by

SW. Retnani, S.Pd: Tenggelamkan Islamophobia Melalui Hukum Sang Pencipta

SW. Retnani, S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Indonesia yang terkenal dengan adab sopan santunnya, merupakan hasil dari masuknya Islam ke Nusantara. Islam masuk ke negeri ini melalui para Utusan khalifah dari Daulah Khilafah Utsmaniyah. Para Utusan ini lebih dikenal dengan sebutan Walisongo. Islam berkembang pesat dan menjadi agama mayoritas di nusantara, bahkan semangat juang para pahlawan mengusir penjajah dibakar oleh semangat Islam yakni jihad. Melalui Islam, Indonesia terlepas dari tangan para penjajah. Dengan Islam pula, Indonesia mampu bangkit dan menjadi negara yang senantiasa diperhitungkan bangsa-bangsa lainnya. Dari Islam juga, persatuan dan kesatuan Negeri terjaga.
 Namun sayang, semua keajaiban ini sedikit demi sedikit dirusak oleh orang-orang yang benci pada Islam dan kaum muslim. Islam disudutkan dan difitnah dengan keji. Ajaran Islam diisukan negatif, seperti: jihad dan Khilafah. Simbol-simbol Islam pun menjadi incaran. Mereka rusak, injak dan bakar. Seperti: bendera tauhid dan Alquran. Negeri-negeri Islam mereka kuasai dan mereka jerat dengan budaya barat yang rusak dan merusak. Mereka rampas dan curi seluruh kekayaan sumber daya alamnya. Mereka rusak mental generasinya, mereka jauhkan tsaqofah Islam, Alquran dan as-sunnah dari kaum muslim. Bahkan mereka hancurkan negeri-negeri Islam dengan bombardir peledak, Rocket pembunuh massal, granat dan peluru. Mereka siksa kaum muslim yang tertangkap dengan sadis dan keji. Tak hanya laki-laki muslim yang menjadi korban kebiadaban- kebiadaban mereka. Perempuan muslim pun mereka siksa, mereka perkosa beramai-ramai, mereka pukul dan hantam dengan senjata. Begitupun anak-anak tak lepas dari siksaan dan ancaman, mereka siksa anak- anak muslim dengan gigitan anjing peliharaan mereka. Mereka tembakan racun mematikan, hingga banyak anak-anak yang mati.  Jutaan kaum muslim tewas di Palestina, Suriah, Rohingya, Uygur Cina, Yaman, Irak New Zaeland dan lain-lain.
Fakta yang terlihat, kaum muslim lah yang ditindas dan dibantai. Tapi, mengapa mereka fitnah kaum muslim dengan Islamophobia? Bahkan fitnah ini mulai menyebar di nusantara, negeri yang berpenduduk mayoritas Islam. Sebagaimana dilansir dari 
PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ustadz Adnin Armas menyebutkan, Islamophobia bisa jadi tidak hanya terjadi di Eropa dan Amerika, tetapi juga di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam tabligh akbar bertema “Untuk Indonesia yang Lebih Beradab” di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Indikasinya sudah muncul. Orang-orang yang ingin berkontribusi dan mencintai agama ini bisa dituduh konservatif, fundamentalis, radikal, anti kemajuan, anti Barat, anti NKRI, dan fitnah-fitnah serupa.  Kamis (30/4) malam.
Ada gelombang ketakutan saat melihat saudaranya sesama muslim ingin membela agama. Jika umat Islam lemah, hal itu akan berdampak pada kemanusiaan secara umum. Karena Islam adalah satu-satunya agama yang benar.
 Sebaliknya, kemajuan Islam tidak hanya mempengaruhi umat Islam, tetapi juga peradaban dan agama lain. Kemajuan umat Islam telah menjadi anugerah bagi agama dan peradaban lain.
Sejarah pernah membuktikan hal itu. Sumbangan peradaban Islam terhadap dunia modern masih dapat ditemukan jejaknya hingga kini. Lahirnya Renaissance di Eropa juga tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan pusat studi di dunia Islam.
Ini menjadi tantangan bagi umat Islam saat ini. Pernah dalam sejarah, umat Islam menjadi peradaban yang paling unggul. Kita patut bertanya mengapa itu terjadi dan apa solusinya agar kita bisa bangkit lagi.
 Islamophobia terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Semua itu memang sengaja diciptakan oleh orang-orang yang membenci Islam dan kaum muslim, untuk menebar ketakutan terhadap simbol-simbol Islam dan ajaran ajaran Islam. Semua fitnah keji dari para pembenci Islam telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala gambarkan di dalam kitab suci Alquran.
Allah SWT berfirman:
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـئُــوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّاۤ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْـكٰفِرُوْنَ
yuriiduuna ay yuthfi`uu nuurollaahi bi`afwaahihim wa ya`ballohu illaaa ay yutimma nuurohuu walau karihal-kaafiruun
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 32).
 Dengan demikian, sungguh salah orang-orang yang takut pada Islam, sebab Islam mengajarkan kedamaian Bukan sebaliknya. Seperti yang mereka tuduhkan. Islam rahmatan lil alamin, artinya Islam merupakan agama yang penuh kasih sayang terhadap seluruh alam. Islam membawa keberkahan bagi seluruh makhluk ciptaan Allah Azza wa Jalla. Risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah terbukti membawa kesejahteraan dan kebahagiaan manusia dan seluruh alam.
Allah SWT berfirman:
وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
wa maaa arsalnaaka illaa rohmatal lil-‘aalamiin
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107).
Ini terlihat dengan kegemilangan Khilafah menjadi mersuar dunia. Selama kurang lebih 13 abad dan memiliki wilayah kurang lebih dua pertiga dunia, membentang dari jazirah Arab hingga Eropa, Afrika dan Asia. Maka untuk menghentikan islamophobia hanya dengan satu cara, yakni Islam Kaffah dalam kehidupan sehari-hari, baik individu masyarakat dan negara.  Islam yang bersumber dari Wahyu sang Maha Pencipta, Allah Azza wa Jalla pasti membawa rahmat atas sekalian alam dan hukum serta aturan yang sesuai dengan fitrah manusia, yakni menentramkan jiwa dan membawa kedamaian dunia- Akhirat. 
 Tinta Emas sejarah telah membuktikan penerapan Khilafah yang meniscayakan khalifah mengayomi semua agama dan ras, hingga tidak ada xenophobia atau takut keberadaan orang asing.
 Islam menjadikan seorang khalifah atau pemimpin yang handal dalam mengayomi mengurus dan melindungi rakyatnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:  “Imam atau pemimpin itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurus” (HR al-bukhari dan Ahmad ).
Tidak seperti sistem kapitalis- demokrasi, yang membekali pemimpin dengan paham-paham rusak dan merusak. Hingga pemimpin yang ada hanyalah orang-orang yang dangkal pemikirannya. Pemimpin dzalim dan Represif anti-islam. Maka tak heran Islamophobia cepat menyebar dan meluas, karena didukung oleh sistem demokrasi yang kufur. Tapi ingatlah, segala perbuatan itu ada yang menyaksikan dan membalasnya. 
Allah SWT berfirman:
مَا قُلْتُ لَهُمْ  اِلَّا مَاۤ اَمَرْتَنِيْ بِهٖۤ اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۚ  وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ  شَهِيْدًا مَّا دُمْتُ فِيْهِمْ ۚ  فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِيْ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ ۗ   وَاَنْتَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
maa qultu lahum illaa maaa amartanii bihiii ani’budulloha robbii wa robbakum, wa kuntu ‘alaihim syahiidam maa dumtu fiihim, fa lammaa tawaffaitanii kunta antar-roqiiba ‘alaihim, wa anta ‘alaa kulli syai`in syahiid
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mengangkatku ke langit, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 117).
 Untuk itu seluruh umat Islam, jagalah selalu ukhuwah islamiyah. Tenggelamkan islamophobia, dengan penerapan syariat Islam dan penegakan Daulah Khilafah Rasyidah Al minhaj an-nubuwwah. Wallahualam bishowab.[]

Comment

Rekomendasi Berita