by

3 Fokus Kepolisian Mengamankan Sidang Ahok

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Sidang perdana
kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Basuki T Purnama (Ahok)
sebagai tersangka digelar di bekas gedung PN Jakpus, Jl Gajah Mada,
Jakarta Pusat pada Selasa (13/12) lusa. Untuk menghadapi sidang yang
banyak mendapat perhatian ini, ada 3 hal yang menjadi fokus pengamanan
Polda Metro Jaya.
“Kira-kira apa saja yang diamankan. Pertama adalah orang, jadi orang
yang akan nonton, orang yang akan melaksanakan sidang, berangkat sidang,
tersangka, saksi, semuanya orang,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombes Pol Argo Yuwono usai jumpa pers tentang penemuan bom di Bekasi,
di ruangan Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).
Argo melanjutkan, Polda Metro Jaya sudah merencanakan pengamanan
orang, termasuk orang yang hendak melihat persidangan, namun di saat
yang sama Polda Metro Jaya akan memastikan bahwa saksi dan tersangka
bisa nyaman dan aman mengikuti jalannya sidang. “Kedua adalah lokasi.
Tentunya lokasi di tempat sidang itu,” paparnya.
Pengamanan lokasi ini mencakup arus masuk dan keluar manusia dan
kendaraan di lokasi persidangan. Pihak Polda Metro akan menempatkan
personel di beberapa simpul dan titik seperti di pertokoan, kemudian
rencana contraflow bila arus lalu lintas menjadi padat.
“Misalnya di situ ada pertokoan, kita amankan, kan banyak parkir ada
parkir di situ. Tentunya adanya massa yang ingin melihat dan nanti akan
mengakibatkan crowded, bagaimana kepolisian menjalankan supaya tidak
crowded. Kita atur kalo nanti misalnya padat sekali, kemudian diharuskan
membuat contraflow rekayasa lalu lintas, kita rekayasa lalu lintas.
Artinya rekayasa lalu lintas itu ya dialihkan maupun di-contraflow-kan,”
jelas Argo.
Pengamanan kegiatan ini berkaitan dengan pengamanan sesuai dengan
urutan waktu tiap agenda sidang, mulai awal hingga sidang usai dan warga
kembali ke tempat masing-masing. Namun seberapa banyak personel Polda
Metro dikerahkan untuk pengamanan sidang Ahok, Argo belum menjelaskan
rincinya. “Saya tanyakan tadi, ini masih belum pas jumlahnya, yang
penting cukup, yang penting kita cukup menyiapkan pasukan pengamanan
untuk mensuskeskan atau mengamankan jalannya sidang,” jawabnya.
Yang jelas, pengunjung sidang akan dibatasi sesuai dengan kapasitas
gedung. Kemudian, mencegah terjadinya kegaduhan di dalam dan di luar
ruang sidang. “Jadi kita akan tetap koordinasi dengan pengadilan, berapa
kapasitas ruang sidang. Tidak mungkin nanti kapasitas 60 kita memasukan
jadi 100 (orang), berdesak-desakan. Nanti ada SOP sendiri yang
dikeluarkan pengadilan. Tentunya kepolisian membantu jangan sampai
terjadi kegaduhan, jangan sampai terjadi permasalahan berkaitan dengan
ruang sidang itu. Apakah pengadilan akan memberikan pengeras suara di
luar atau nanti menambah TV, kita masih koordinasikan dengan
pengadilan,” tegas Argo.[tb]

Comment

Rekomendasi Berita