by

ACTA: 212 Aksi Damai, Nggak Ada Macan Tidur Disitu

dok/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.CO, JAKRTA – Aksi Bela Islam III yang akan dilakukan
oleh umat islam pada 2 Desember 2016 (212) dengan melakukan Shalat Jumat
di jalan, mendapat kecaman dari berbagai pihak.

 

Salah satu pengecamnya adalah Pengasuh
Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang, KH Nuril Arifin Husein, yang
biasa di panggil Gus Nuril. Dia menyatakan bahwa jika aksi 212 tetap
dilakukan, sama saja ibarat membangunkan macan tidur dan membahayakan.


Namun, Ketua Advokat Cinta Tanah Air
(ACTA), Krist Ibnu mengatakan, aksi 212 adalah aksi damai, hanya
menjalankan Shalat Jumat di bundaran HI, dan sepanjang jalan Sudirman-
Thamrin. Tuntutannya tetap sama yaitu, agar polisi segera menahan Basuki
Tjahaya Purnama alias Kokoh Ahok.


Sebagaimana diketahui, petahana gubernur
DKI Jakarta nomor urut 2 itu, diduga sudah melakukan penistaan agama
sesuai pasal 156 dan 156a KUHP. Ketika penista agama lainnya ditahan
setelah ditetapkan jadi tersangka, Koh Ahok tetap bebas berkeliaran dan
blusukan di tengah warga DKI Jakarta.

Terkait pernyataan gus Nuril yang
menyatakan, aksi 2 Desember ibarat membangunkan macan tidur, Ketua ACTA
mempertanyakan, siapa yang menjadi macan tidurnya. Gus Nuril jangan
mengada-ada. Jika tidak mendukung gerakan ini, sebaiknya tidak usah
banyak bicara.


Dikatakan, dalam kasus-kasus tindak
pidana penistaan agama yang sudah-sudah, penyidik biasanya melakukan
penahanan terhadap tersangka, contoh seperti Lia Aminudin, Mussadeq,
bahkan Arswendo Atmowiloto dan banyak lagi yang lainnya.


Namun dalam kasus Ahok, tidak
dilakukan penahanan. Sehingga ada tuntutan agar tersangka Ahok di tahan
juga, seperti contoh di atas. Walaupun memang kewenangan menahan ada di
tangan penyidik
,” kata Ketua ACTA, Minggu (27/11/2016).


Sementara, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, hanya ingin tersangka ditahan. “Saya
pikir jika Ahok di tahan, maka tidak akan ada agenda lain. Memang Ahok
ini nggak bisa disamakan dengan tersangka penistaan agama yang lain.
Karena ada sisi politiknya, di mana Ahok adalah cagub DKI 2017-2022.
Sehingga penyidik sangat hati-hati dalam melakukan penyelidikan dan
penyidikan kasus ini
,” katanya.


Krist juga menanyakan,membahayakan apa?
Orang massa hanya Shalat Jumat di bunderan HI saja kok, dan minta agar
Ahok di tahan, itu saja. “Kita berdoa sama-sama, Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan ketertiban umum,” tutupnya. (yud/TB)

Comment