by

Agung Pahlevi, Penyandang Cerebral Palsy Itu Bertekad Selesaikan Doktoral

Agung Pahlevi (kiri) bersama Ahmad Yana, Ketua Forum Peduli Masyarakat Jakarta(FPMJ).

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Tidak sedikit mereka yang mengalami kekurangan justeru memiliki kebesaran hati dalam menjalani kehidupan dan sukses. Salah satunya adalah Agung Pahlevi. Penyandang Cerebral Palsy ini memiliki kemauan dan sungguh-sungguh dalam hal pendidikan. Meskipun dengan bantuan sepeda, Agung Pahlevi tetap menenempuh perjalanan menuju sekolah hingga ia menjadi seorang dosen di sebuah Perguruan Tinggi di Pondok Gede, Jawa Barat.

Agung Pahlevi adalah nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya dengan
harapan agar suatu saat nanti kelak menjadi pahlawan besar yang bermanfaat bagi agama dan bangsa baik di dunia maupun di akhirat.  Agung Pahlevi
berasal dari dua suku kata yaitu Agung dan Pahlevi. Agung berasal dari bahasa Jawa yang berarti besar. Pahlevi berasal dari bahasa Persia (Arab) yang memiliki makna Pahlawan. Jika dua kata tersebut digabungkan maka akan
terbentuk sebuah makna tersendiri yaitu Pahlawan Besar.

“Sikap kerja keras wajib kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Caranya adalah dengan menjalankan sesuatu secara sungguh-sungguh, istiqamah, dan tidak mudah menyerah. Bekerja keras wajib dilakukan, walaupun memulainya dari hal-hal yang kecil dan terbatas.” Ujar Agung.
Anak pertama dari dua bersaudara ini tidak memiliki ayah sejak usia 4
tahun dan memiliki fisik yang tidak normal seperti pada umumnya. Agung mengidap penyakit yang dikenal dengan istilah Cerebral Palsy, gangguan salah satu saraf. Cerebral Palsy atau CP dalam arti
umum merupakan sekelompok gangguan gerak atau postur yang
disebabkan oleh lesi yang tidak progresif yang menyerang otak yang
sedang berkembang (immatur). Gangguan syaraf tersebut mengakibatkan
terganggunya fungsi motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara dan
juga gangguan lainnya. Karena cerebral palsy berpengaruh pada fungsi
koordinasi otot, maka gerakan sederhana sekalipun seperti berdiri tegak
akan menjadi sangat sulit. 

Namun begitu, Agung tidak pernah merasakan putus asa dengan kondisi yang dialaminya. Dengan dasar dan semangat ayat Alquran yang dipahaminya, Agung Pahlevi tetap semangat dan terus bekerja hingga kini ia berhasil menjadi seorang dosen.
“Dengan bekerja keras kita akan mendapat kesuksesan hidup di dunia dan akhirat.”Ujar Agung. Agung adalah nama panggilan.  Nama lengkapnya Agung Pahlevi, SE, MM. Lahir di Jakarta 32 tahun yang silam. Anak pertama dari dua bersaudara ini tidak memiliki ayah sejak usia 4 tahun.
Dengan semangat mengubah nasib yang dimotivasi oleh Alquran itu Agung mencatat prestasi yang spektakuler melewati mereka yang normal. Semua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi diselesaikannya hingga S2 meskipun dengan kondisi tubuh yang tidak normal. Bahkan Agung Pahlevi masih bertekad untuk menyelesaikan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, program Doktoral (S3) untuk meraih gelar Profesor.
Gelar Profesor tersebut sangat ingin dimiliki dengan tujuan membuka mata dan hati yang dimiliki oleh seluruh manusia bahwa penyandang cacat khususnya penyandang Cerebral Palsy mampu duduk setara dengan manusia pada umumnya. Agung memohon doa dan berharap kepada dermawan dan pembaca yang sudi membantu membelikan sebuah sepeda bermesin untuk memudahkan perjalanan yang ditempuhnya demi cita-cita menyelesaikan program Doktoral (S3) dapat terkabul.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 19 =

Rekomendasi Berita