by

Aliansi Pemuda Bangka Barat Bahas Tuntutan Di DPRD

Aliansi Pemuda Bangka Barat Duduki Kantor DPRD.[Alif/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, BANGKA BARAT – Aliansi Pemuda Bangka Barat mendapat sambutan hangat dari DPRD Bangka Barat terkait aksi mereka mengkritisi Pemda Bangka Barat. Pada saat melakukan aksi, Aliansi Pemuda Bangka Barat diajak duduk bersama oleh DPRD Bangka Barat untuk membahas tuntutan aksi yang ingin mereka sampaikan satu persatu.
“Sayang anggota DPRD Bangka Barat, sangat menyanjung tinggi bahwa masih ada pemuda Bangka Barat masih mempunyai keinginan untuk memperbaiki kabupatennya, DPRD memang harus dipaksa untuk mendengar aspirasi masyarakat, memang begitu ketentuannya” tegas Zalpian Ketua Komisi 2 DPRD Bangka Barat.
Selanjutnya Koordinator Aksi dan Lapangan Chairul Aprizal membeberkan permasalahan yang ingin mereka perjuangkan, dalam hal ini mereka paling banyak membahas mengenai PTT (Pegawai Tidak Tetap) dan GTT (Guru Tidak Tetap) dimana hak gaji mereka selalu tertunda pembayarannya tiap tahunnya.
“Kami sangat sesalkan itu pak, mereka (Guru Honor) juga punya anak istri untuk dihidupi” tegas Chairul.
Menanggapi hal tersebut Nendar Firdaus Ketua Komisi 1 menjelaskan sesuai pernyataan pihak Diknas Babar kepada DPRD Bangka Barat bahwa ada permasalahan pada pelaporan keuangan para guru di satu kecamatan (tidak disebutkan) yang belum diterima oleh BPK.
Menambahkan, Samsir Ketua Komisi 3 mengatakan bahwa permasalahan PTT dan GTT bukan hanya pada penundaan gaji saja, tetapi ada juga peraturan yang dilangkahi oleh pihak Pemda Bangka Barat sehingga menimbulkan bentuk pilih kasih terhadap sesama Guru Honorer. Samsir merasa bahwa audiensi yang dilakukan pada saat itu belum cukup untuk memuaskan Aliansi Pemuda Bangka Barat akan rasa ingin tahu dan solusi terkait permasalahan, maka dari itu ia mengajak untuk melakukan pertemua kembali.
“Alangkah baiknya nanti, kami (DPRD Bangka Barat, red) di Banmus nanti menjadwalkan untuk mengundang adek-adek (Aliansi Pemuda Daerah) mengundang pemerintah daerah Bangak Barat untuk melakukan rapat gabungan, dan semua anggota dewan dilibatkan” ujar Samsir.
Hal tersebut dilakukan karena secara peribadi Samsir dan Anggota Dewan lain yang menghadapi aksi Aliansi Pemuda Bangka Barat ingin permasalahan-permasalahan yang ada di Bangka Barat tersebut cepat tuntas.* (Alif) 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − seven =

Rekomendasi Berita