by

Istiqomah, S.E: Partai Allah Pasti Menang

Istiqomah, S.E
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menjelang pesta politik Tahun 2019, segala hal bisa menjadi alat politik, termasuk juga Agama. Padahal jika semua persoalan dikembalikan pada Agama pasti tuntas, termasuk ketika berpolitik. Anehnya banyak yang tidak mau diatur dengan Agama atau tidak usah membawa-bawa agama ketika berpolitik, begitu politik membutuhkan untuk meraih dukungan, maka Agama dipercaya sebagai alat yang paling mudah digunakan untuk meraup keuntungan, dalam  hal ini adalah politik. 
Sebagaimana polemik akhir-akhir ini sedang banyak diperbincangkan oleh publik, dikotomi  partai setan dan partai ALLAH oleh Amien Rais, yang disampaikan saat mengisi ceramah ba’da Subuh di Masjid Baiturrahman, Mampang Prapatan, Jaksel, Jum’at 13 April 2018 (ISLAM.CO).
Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dengan seluruh partai bukan hanya PAN, PKS, GERINDRA tetapi kelompok yang membela Agama ALLAH yaitu Hizbullah, untuk melawan siapa? Yaitu untuk melawan Hizbusysyaiton.”ujar Amien Rais”seperti dikutip dari CNN Ind.Com.
Menurut Amien Rais Partai ALLAH, adalah partai yang membela ALLAH, sedangkan Partai setan adalah Partai anti Tuhan, hanya untuk mendukung pragmatise politiknya semata yang  dalam kenyataannya, dan parpol di Indonesia hampir semuanya adalah partai korup. Sedang menurut Mahmud MD, sejatinya tidak ada partai ALLAH, sebab Partai ALLAH sangat suci serta tidak tersentuh hal-hal buruk. Mantan ketua MK ini berharap PSI menjadi Partai manusia, bukan partai ALLAH atau Partai setan, ini diungkapkan usai menyeleksi Balon Anggota Legislatif DPR RI yang diselenggarakan oleh PSI (Merdeka.com).
Banyak komentar-komentar yang menyudutkan bahwa ceramah  Amien Rais merupakan hate-speech dan penodaan Agama. Sebagaimana Aulia Fahmi tetap melanjutkan perkaranya ke ranah hukum. Begitu pula Teuku Taufik Qulhad dari Nasdem mengatakan, tanpa melaporkan ke Polisi, Amien Rais akan hancur sendiri. Adapun Sekjen PPP Asrul Sani menghimbau agar Amien Rais berhati-hati menggunakan kata-kata. Ahmad Doli Kurnia dari Golkar menilai ceramah Amien soal “Partai setan” sangat berlebihan. Adapun Kepala Staf kepresidenan Jendral Purn. Moeldoko, menurutnya Mantan KSAD ini, Amien sebaiknya bijak dalam membuat pernyataan.
Firman Allah dalam surat  Al-Mujadillah ayat 19-22 :”Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka Itulah golongan syaitan. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya golongan syaitan Itulah golongan yang merugi. Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan RasulNya, mereka Termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa. Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolonganyang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”
Dalam surat tersebut, menggambarkan dengan jelas apa itu partai Allah (hizbullah) dan partai setan (hizbussyaiton).  Kata hizb dalam bahasa arab berarti kelompok atau jamaah. Sehingga hizbullah dapat diartikan sebagai partai Allah atau kelompok orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah dan berjuang untuk melaksanakn syariat Allah dan Rasulnya. Dan Hizbussyaiton memiliki arti kelompok setan yang tentu saja ciri-cirinya berkebalikan dengan hizbullah. Mereka menolak syariat Allah untuk diterapkan dalam kehidupan, karena sifat setan tidak mau tunduk kepada perintah dan larangan Allah.
Penggunakan istilah agama yaitu partai Allah dan partai setan memunculkan kekhawatiran dan polemik di elit politik saat ini. Dengan alasan agama itu suci jangan bawa-bawa agama dalam politik, ini menunjukkan bahwasanya sekulerisme di Indonesia semakin kentara. Mereka sejatinya hanya ingin melanggengkan sistem yang saat ini bercokol di Indonesia, dan menghalang-halangi kelompok yang berjuang untuk menegakkan agama Allah. Padahal dalam ayat di atas sudah jelas bahwa Allah akan memenangkan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dan memasukkan orang-orang tersebut dalam golongan orang yang beruntung. Sebaliknya, kelompok yang menuruti hawa nafsu setan (menolak agama Allah) adalah golongan yang merugi. 
Allah SWT juga telah memberikan petunjuk bagi manusia untuk tidak mengikuti langkah setan. Hal ini tertuang dalam firman Allah: “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-An’aam [6] : 142).[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 14 =

Rekomendasi Berita