by

Arief Poyuono: Buruh, Petani Dan Nelayan Harus Cerdas Memilih

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  – Menjelang penyelenggaraan pemilihan
kepala daerah (pilkada) tahun 2017 mulai memanas di beberapa
daerah di Indonesia, tidak terlepas pula pemilihan Gubenur di
Ibukota DKI Jakarta.
Arief Poyuono, Wakil
Ketua Umum Partai Gerindra menyampaikan Gerindra akan menekankan dan mewajibkan pada setiap calon kepala daerah yang ingin diusung oleh Partai
Gerindra memiliki program dan komitmen yang jelas terhadap
nasib peningkatan kesejahteraan kaum buruh, tani, nelayan dan pedagang.
“Jika tidak jelas. Jangan mimpi akan bisa diusung oleh Partai Gerindra,
sebab  kesejahteraan kaum buruh tani, nelayan dan pedagang (wong cilik)
 merupakan salah satu garis perjuangan Partai Gerindra yang sangat
vital,” jelas Arief Poyuono melalui keterangan tertulis,  Minggu (20/8).
Menurut Arief , suara buruh di tingkat kabupaten yang memiliki
banyak pusat industri, perkebunan, pertanian, perdagangan, kampung
nelayan amatlah menentukan kemenangan setiap kandidat kepala daerah
untuk dapat terpilih.
“Terutama buruh sektor
formal, karena siapa yang terpilih akan memiliki peran penting
menentukan tingkat kesejahteraan buruh ke depan,”ungkapnya.
Buruh lajutnya, harus cerdas
dalam memilih para kandidat kepala daerah pada saat Pilkada 2017. Jangan
pilih calon kepala  daerah yang tidak memiliki program yang jelas
tentang nasib kesejahteraan kaum buruh dan keberpihakan pada kaum
buruh.
Seperti yang sudah dialami kaum buruh yang bekerja di Jakarta dan
mempunyai hak pilih di Jakarta, menurutnya sembari mengingatkan kembali
ketika di mana saat pilgub ketika tahun 2012 serikat buruh full mendukung
pasangan Joko Widodo – Ahok.
 “Tapi apa yang terjadi? Ternyata Ahok
bukanlah kepala daerah yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan
Buruh di Jakarta. Hal bisa terbukti UMP DKI Jakarta masih di bawah yang
diperjuangkan kaum buruh di Jakarta,” paparnya.
Kaum tani dan nelayan menurut Arief juga harus cerdas dalam memilih kepala daerah di daerah di mana kaum
tani, nelayan, pedagang berada.
“Mesti cerdas menilai program yang
diusung para calon kepala daerah, karena banyak kepala daerah yang
setelah terpilih tidak berpihak dan lupa dengan program yang
dijanjikan,” pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =

Rekomendasi Berita