![]() |
| Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono SE, MKom.[Dok/radarindonesianews.com] |
Kinerja Ekonomi pemerintahan Joko Widodo, menurutnya gagal meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, salah satu tandanya adalah, pertama (1) Presiden Jokowi membagikan sembako di luar area Istana Kepresidenan Bogor, tepatnya di depan Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/6/2017) sekitar pukul 20.10 WIB.
“Bahkan berdasarkan hasil pemberitaan media nasional, saat itu Jokowi turun dari mobil untuk membagi-bagikan sembako kepada warga yang telah berkerumun, artinya rakyat sudah miskin udah ‘megap megap’ untuk beli sembako.” Tegasnya.
Kemudian yang kedua (2), saat Presiden Joko Widodo mengawali kunjungan kerja pada hari ulang tahunnya dengan membagi paket sembilan bahan pokok di Kampung Ciawi, Harjasari, Bogor Selatan, Rabu, 21 Juni 2017. Di sana Jokowi membagikan lebih-kurang 3.000 paket sembako, notabene untuk wilayah yang kategori kampung saja 3000 paket berarti secara massif.”Nyata memang orang Kampung udah makin menurun daya belinya,” jelasnya.
Selanjutnya saat acara itu, Jokowi yang tiba pada sekitar 09.00 WIB menyaksikan pembagian 3.000 paket dari 200 ribu paket sembako Ramadhan bagi warga se-Jabodetabek, yang mana itu juga dilakukan di 99 titik lainnya di Jabodetabek.
“Waduh 99 kelurahan kena virus miskin,” tukas Arief.
Disamping itu, Presiden Joko Widodo kembali bagi-bagi sembako di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Pembagian berlangsung di dua tempat. Pertama di Kampung Pabuaran, kemudian di Kampung Ciriung. Sebelumnya, Jokowi juga sempat melakukan hal yang sama di dua tempat di daerah Bogor yaitu Desa Sindangsari dan di depan kantor Wali Kota Bogor pada Minggu (11/6).
“Saat itu, jumlah sembako yang dibagikan ada 2.650 paket, maka itu Masyarakat sudah seraya tak mampu beli sembako,” katanya.
Lagi, sambung Waketum partai berlambang kepala burung Garuda kuning keemasan ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berkeliling kota bertemu masyarakat dengan membagi-bagikan sembako di beberapa titik di Solo, Jawa Tengah pada Rabu (28/6).
“Presiden Jokowi didampingi Ibu Negera Iriana dan putri keduanya Kahiyang Ayu bersama rombongan mulai berkeliling di Jalan Slamet Riyadi di kawasan Purwosari, kemudian di depan Rumah Sakit Kasih Ibu Solo. Nah, Di Kampung Pak Joko Widodo aja banyak yang tak mampu beli sembako,” paparnya mengkritisinya.
“Presiden Jokowi memang presiden wong cilik, terasa sekali bedanya di mana beliau suka sekali menghibur rakyatnya membagi bagi hadiah buat kaum cilik,” celotehnya.
Setiap kali beliau melewati sebuah kota tambah Arief, pasti selalu membagi bagikan hadiah baik itu sembako ataupun hadiah seperti batik atau lainnya. Bahkan pada acara mudik ke solo pun presiden Jokowi sempat sempatnya membagikan sembako.
“Rakyat makin miskin sementara Pak Joko Widodo makmur banget sampe sering bagi bagi sembako. Ini bukti konkrit kalau kemiskinan di Indonesia khususnya di era Pak Joko Widodo, semakin miskin” pungkas Arief.[Nicholas]















Comment