by

Belum Tuntas Masalah Pembangunan Bandara Di Kulon Progo

Pembangunan Bandara ditolak warga.[ilustrasi/beritatrans]
RADARINDONESIANEWS.COM, Yogyakarta – Warga yang terelokasi dalam pembangunan bandara mengalami masalah dalam data perubahan, pasalnya warga yang meminta ganti rugi dalam bentuk permukiman ternyata berubah pikiran mereka meminta ganti rugi berupa uang.
Kabag Administrasi Pemerintah Setda Kulon Progo Hariyanto saat berada di komplek kantor bupati Selasa (1/11/2016) mengatakan, karna ada permasalah perubahan dari warga, pejabat Bupati Kulon Progo, Budi Antono, mengintsruksika validasi agar data yang meminta relokasi di pastikan.
“Kami sudah memulai untuk menyebarkan blangko pendaftaran relokasi dari beberapa hari lalu” imbuhnya.
Sekda kulon progo. RM. Astunghoro mengatakan ada 518 keluarga yang semula meminta relokasi namun, sampai saat ini yang mengambil formulir hanya 474 keluarga. 
“Proses validisasi ini bertujuan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal” pungkasnya. (*m/-ulffa)

Comment

Rekomendasi Berita