RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Spanduk itu mulai dipasang di beberapa tempat. Di depan jalan, depan pos security dan di tengah hiruk pikuknya jalan. Agar para lelaki yang melambai dan macho tapi homo tersedak ketika membaca spanduk tersebut. Setelah melihat banyaknya kaum homo yang tergabung dari komunitas fb dan instagram yang tak malu lagi menampakkan keeksisannya di dunia maya dan nyata.
Medsos ibarat iklan gratis dan tempat terupdate untuk mencari sesama diantara mereka. Selebgram lokal yang menjadi waria sensasional tak ubahnya promo besar-besaran jikalau mereka ada dan syantik melebihi wanita pada umumnya. Seperti pedangdut Lucinta Luna yang suaranya mampu mengggetarkan ulekan di dapurnya Rosalinda.
Yang membuat miris lagi, banyak anak usia remaja sudah ngondek dan jadi gigolo pada pria gay yang durjana. Karena LGBT sudah jadi life style dan kebutuhan hidup di era digital yang jauh dari agama. Agama tak lagi diaku lagi untuk mengatur sendi kehidupan mereka, hanya dianggap kode penanda di ktp dan sejenisnya.
Kaum muslimin tengah bangkit dari keterpurukan yang saat ini mulai menenggelamkan mereka dari amar ma’ruf nahi mungkar. Tersadar setelah bencana menghantam negeri pertiwi berkali-kali di semua kota. Gempa bumi yang dikaitkan sebagai fenomena alam oleh para pencinta science dan logika, diartikan lain oleh para mukminin yang beriman dan pintar beretorika.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(41)
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ(42)
Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)
{فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ (82) مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ (83) }
“Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, (QS. 11:82) yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang dhalim. (QS. 11:83)” (Huud: 82-83)
HTI yang aksinya ini turun ke jalan sebagai aksi damai untuk mengajak pada kebaikan dan mengkritisi berbagai kebijakan yang melanggar hukum syara’ telah dibubarkan meskipun beberapa kali maju untuk menggebrak keadilan pada sang pemilik hukum manusia.
FPI menjadi target selanjutnya untuk dibubarkan dan pemimpinnya hijrah sementara untuk mempertimbangkan sebuah keputusan yang tepat. Fitnah kepada para ulama merajalela tanpa batas. Mulut pengilmu mencerca mereka tanpa adab. Tiada lagi hormat dan sungkan, yang ada serang, lawan dan adu pendapat.
Perangi LGBT adalah sebuah bentuk kejengahan masyarakat kepada perilaku sosial yang menulari generasi muslim secara cepat. Tiada jeda karena syetan tak pernah istirahat. Ibarat mayat hidup yang mencari korbannya secara acak. Yang penting masih tercium sebagai laki-laki yang layak untuk ditulari penyakit syahwat mereka yang sesat.
Allah Ta’ala berfirman :
{وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ}
Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].
Para alim ulama telah keluar dari medannya untuk berjihad. Mengabaikan teror dari komunitas gay yang akan mendekat. Tapi apa daya tekad mereka sudah bulat. Untuk menghancurkan kenistaan yang ada di masyarakat.
﴿وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran : 104)
﴿كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ﴾
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran : 110)
﴿وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ﴾
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah : 71).
Perangi LGBT dan kritisi keputusan MK yang menolak untuk mengkriminalisasi LGBT.
…إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ …
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mau mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. ar-Ra’d : 11).[]















Comment