by

Cholil Ridwan Lantik Pengurus PPI Periode 2017-2022

KH.Cholil Ridwan.[Dok.PPI]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ketua Pembina Imam Islam Indonesia, KH. Cholil Ridwan melantik Hamdan Zoelva sebagai Ketua Pengajian Politik Islam (PPI) periode 2017-2022,  dalam kesempatan Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Minggu (15/1).


Hamdan Zoelva, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan, permasalahan utama umat Islam di Indonesia sekarang ini adalah  menyangkut kepemimpinan, persatuan dan ekonomi. Hamdan menitik-beratkan ekonomi sebagai pilar penting bagi gerakan politik Islam.

“Kekuatan ekonomi secara otomatis akan menguasai kekuatan politik. Politik Islam bila tidak diperkuat dengan ekonomi hanya menjadi kekuatan politik yang ompong.” Ujar Hamdan di sela Gerakan Shubuh Berjamaah, Minggu (15/1).

Gerakan Subuh Berjamaah merupakan inisiasi PPI dengan semangat dan spirit 212. Ini dimaksudkan agar fungsi masjid tidak saja sebagai acara ritual semata. Fungsi masjid menurut KH. Cholil Ridwan harus dikembalikan sebagaimana di masa Rasulullah SAW yang memfungsikannya sebagai pusat gerakan umat Islam.

Cholil pun berencana memperluas kegiatan pengajian politik Islam ini di
berbagai masjid di Indonesia dalam waktu dekat. Dalam waktu dekat,
pengajian politik ini akan diadakan di Bandung, Jawa Barat. Ia berharap,
dengan memperluas pengajian politik Islam, tidak hanya memberikan
pemahaman politik Islam yang benar kepada umat. Namun, juga mengaktifkan
kembali fungsi masjid sebagai wahana pendidikan politik umat Islam.
Apalagi, menjelang pemilihan pimpinan nasional tahun ini.


Hadir dalam kesempatan Gerakan Subuh Berjamaah yang diprakarsai PPI ini antara lain Bachtiar Nasir (Ketua GNPF MUI), KH. Syeh Al-Khattath (Ketua GMJ), Anies Baswedan dan Sylviana Murnia, Cagub dan cawagub pilkada DKI 2017.

Pengajian Politik Islam diinisasi untuk memberi kesadaran umat Islam dalam peta politik sehingga memiliki pengaruh yang lebih signifikan.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita