![]() |
| Destiara Talita (tengah) saat konferensi pers bersama TM Mangungsong dan Kartika & Associate Law Firm.[Gofur/radarindonesianews.com] |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dikaitkan hubungannya dengan ADP, Walikota Kendari oleh beberapa media cetak dan online baru-baru ini, Destiara Talita akhirnya memberi sanggahan seputar persoalan tersebut di Cafe D’Bollywood, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/8).
Menurut gadis blasteran Ambon -Manado yang kini aktif di bidang hukum ini, apa yang ditulis di media berlebihan. Karena lanjutnya, persoalan yang terjadi sesungguhnya adalah sebatas pencemaran nama baik, sesuai pelaporan yang dilakukannya ke pihak kepolisian pada 11 Agustus lalu.
“Faktanya, hanya sebatas pencemaran nama baik karena ADP telah melakukan penghinaan terhadap saya. Tidak ada persoalan nikah siri dan hal tidak sesonoh lainnya. Ini sesuai dengan laporan saya pada 11 Agustus lalu.” Ujar jebolan S2 Hukum Perguruan Tinggi Pelita Harapan 2017 ini kepada radarindonesianews.com.
Destiara Talita yang akrab dengan panggilan Tata mengakui dirinya memang mengenal ADP sebelum menjadi seorang Walikota Kendari melalui seorang teman di Jakarta. Namun seiring berjalannya waktu, terjadi cekcok yang berujung penghinaan terhadap Tata yang akan melanjutkan program S3 di bidang hukum ini.
Sebagai seorang pengacara, Tata menyayangkan sikap dan ucapan kasar ADP terhadap dirinya yang hingga kini tidak ada itikad baik untuk meminta maaf. Tata berterus terang bahwa dirinya sangat sakit hati dengan sikap dan kata-kata kasar ADP. Oleh karena itulah dirinya menempuh jalur hukum.
“Tidak pantas, seorang walikota bersikap terlalu kasar terhadap wanita.” Ujar Tata yang berharap tidak ada campur tangan pihak lain dan proses hukum berjalan sesuai perbuatannya.[GF]











Comment