by

DH. Alyusni: Ide Cerdas Berasal Dari Lintasan Dan Nurani Yang Bersih

Foto/agrowindo
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Alkisah, ada seorang raja yang ingin mengubah lintasan pikiran dan ide gagasan rakyatnya agar selalu berpikir baik dengan memberi hadiah 400 dirham dari setiap pikiran cerdasnya. (saat ini 1 dirham setara dengan Rp 70.000,-)
Suatu ketika, sang raja melakukan perjalanan untuk mengamati apa yang terjadi pada rakyatnya. Untuk melepas lelah, sang raja bersama para pengawal beistirahat di perkebunan zaitun. 
Di perkebunan zaitun itu, paduka raja melihat  seorang petani diperkirakan berusia 90 tahun sedang menanam zaitun padahal pohon zaitun itu akan berbuah 20 tahun kemudian. 
Karena masa tumbuh dan berbuahnya cukup lama, tentulah sang raja pun bertanya pada petani tua tersebut, “Pak tani, engkau tanam zaitun saat ini, padahal zaitun itu berbuah dan baru bisa dipanen 20 tahun kemudian, sedangkan usiamu sudah 90 tahun, apa yang akan engkau dapatkan?”
Pak tani tua itupun menjawab, “sesungguhnya buah zaitun yang kita makan saat ini adalah dari tanaman orang-orang terdahulu sebelum kita, lalu kalau kita sekarang menanamnya maka kita berharap anak-anak cucu kita nanti yang memetik panen dan memakan buahnya”.
Rajapun takjub, “bagus sekali pikiran cerdasmu”. Lalu raja menyuruh pengawal untuk memberikan hadiah 400 dirham pada petani tua itu.
Petani tua itupun menerima 400 dirham dengan senyum lebarnya sehingga rajapun bertanya kepada sang petani tua itu, “mengapa engkau tersenyum lebar”.
Petani tua itupun menjawab, “orang-orang baru bisa memanen zaitun setelah 20 tahun lamanya, sementara aku baru menanam sudah bisa mendapatkan buahnya”.
Sang raja berdecak kagum dengan pikiran petani tua itu, “luar biasa buah pikiranmu”. Maka rajapun meminta pengawalnya untuk memberikan hadiah 400 dirham lagi kepada petani itu.
Sang petanipun kembali menerima 400 dirham hadiahnya dengan senyum merekah dan wajah sumringah. 
Melihat wajah petani tua yang sumringah, rajapun bertanya, “wahai pak tua mengapa wajahmu bahagia betul?”.
Kembali petani tua itupun menjawab, “orang-orang bila memanen zaitun hanya bisa didapatkan setahun sekali, sementara saya sudah 2 kali mendapatkan hasil dari menanamnya”.
Rajapun menganggukkan kepalanya membenarkan pikiran baik sang petani tua itu, “benar pandanganmu itu pak tani”. Lalu raja pun memerintahkan pengawalnya untuk memberikan 400 dirham hadiah kepada petani tua itu dan bergegas meninggalkan area perkebunan zaitun tersebut.
Pengawal pun terheran-heran, “mengapa Paduka Raja bergegas segera meninggalkan area perkebunan zaitun ini?”
Sang rajapun menjawab, “kalau kita di sini terus maka uang kas kita akan habis, sebab setiap yang keluar dari pikiran petani tua itu adalah kebaikan dan kecerdasan, karena orang yang berjiwa baik akan selalu memproduk kebaikan dan kecerdasan.”
Jagalah nurani dan pikiran kita agar selalu menghasilkan kebaikan. Kebaikan dari tanam kita yang mungkin generasi mendatanglah yang menikmati buah dan panennnya.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24)
تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ اْلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25) 
“Tidakkah kamu kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat”. (QS. Ibrahim ayat 24 -25)[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =

Rekomendasi Berita