by

Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Umat Islam di Masjid Attaqwa Pusat

RADARINDONESIANEWS.COM, BEKASI – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan umat Islam
Bekas selenggarakan Dialog Kebangsaan & Deklarasi Umat Islam di
Masjid Attaqwa Pusat, Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Rabu (25/1).
Dalam moment tersebut, salah satu peserta menanyakan tentang donasi Aksi Bela Islam
jilid I, II, dan III yang berlangsung beberapa bulan lalu di DKI Jakarta.
Peserta yang tidak menyebutkan namanya itu mempertanyakan donasi yang tidak kunjung habis untuk jutaan peserta aksi.

“Saya ingin nanya, karena saya bingung kenapa waktu Aksi Bela Islam itu
donasi kita dari suplai makanan tidak habis-habis,” tanya dia kepada
Ketua umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF
MUI), KH Bachtiar Nasir, Rabu (25/1/2017).

Padahal menurutnya, dalam Aksi Bela Islam jilid I, II, dan III saat di
DKI Jakarta itu para peserta terhitung dengan jumlah keseluruhan bisa
mencapai jutaan manusia.

“Itu saja sih yang saya tanyakan, bagaimana bisa karena pertanyaan ini
saya tanyakan kepada bapak (Ustad Bachtiar Nasir) akibat banyaknya
sejumlah orang menyebut bahwa aksi umat Islam ditunggangi actor
politik,” tandas dia menutup pertanyaan.

Tak berlangsung lama, Ketua umum GNPF MUI, Ustad Bactiar Nasir, menjawab
bahwa donasi tersebut murni daripara umat Islam Indonesia melalui bank
syariah. Donasi itu datang dari umat islam yang ada di Indonesia.

Bahkan kata Bachtiar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah
memeriksa donasi yang mengalir di bank syariah saat itu. Dia juga
membeberkan isi dalam saldo saat ini berjumlah Rp3,1 miliar.

“Bank syariah itu juga sudah menge-print 7.000 lembar kertas sebagai
bukti untuk menunjukan kepada KPK bahwa dana tersebut murni dari umat
Islam yang turut berpartisipasi, 7.000 lembar kertas print itu juga
belum selesai, karena pihak Bank syariah saat itu kelelahan,” kata dia
menjawab pertanyaan itu.

Bachtiar mengungkapan, dalam saldo tersebut jutaan umat Islam
mendonasikannya untuk Aksi Bela Islam dengan bervariatif. Kata dia, ada
yang membantu donasi dengan mengirimkan Rp20 ribu, bahkan Rp10 ribu.

“Itulah yang membuat lama untuk bukti di KPK, dan saat ini sudah
terselesaikan semuanya. Aksi Bela Islam murni donasi dari masyarakat
yang turut mendukung kepada kita umat Islam,” tutur dia.

Tak sampai disitu kata Bachtiar, jumlah uang tersebut juga masih tersisa
dalam Aksi Bela Islam. Dan, sisanya sudah dikirim untuk bantuan korban
bencana yang di Aceh dan Bima. Menurut dia, semua ini adalah kebesaran
Allah SWT. [Gin]

Comment

Rekomendasi Berita