by

Didesak Bubarkan FPI, Ini Jawaban Mendagri

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Imbas bentrok antara ormas Front Pembela Islam (FPI) dan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Mapolda Jawa Barat, Kamis (12/1/2017) lalu, berujung pada desakan pembubaran kedua organisasi tersebut.

Di Garut, Jawa Barat, sekelompok massa dari beberapa ormas mendatangi DPRD setempat. Massa mendesak pemerintah segera membubarkan GMBI di Jawa Barat. Sedangkan di Bandung, sejumlah organisasi mendesak pembubaran ormas FPI terkait insiden di Mapolda Jabar.

Terkait desakan pembubaran kedua ormas itu, ditanggapi oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Jakarta. Menurutnya, ormas yang dipimpin Habib Rizieq Shihab itu tidak dapat dengan mudah dibubarkan oleh pemerintah. Sebab, mereka telah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan, lanjut Tjahjo, izin FPI juga telah diperpanjang sampai dengan 2019 oleh Menteri Dalam Negeri yang kala itu dijabat oleh Gamawan Fauzi. “Jika mau membubarkan FPI, harus ada dasar hukum yang kuat untuk membubarkannya,” katanya, Selasa (1/1/2017).

Dikatakan, pembubaran itu bisa saja berdasarkan penyiarkan ajaran sesat. Jika ada dugaan itu, diperlukan proses penyelidikan dari Kejaksaan, serta rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia.

Atau misalnya terlibat kasus makar, itu pun harus keputusan hukumnya. “Kejaksaan bisa membubarkan kalau dia berbuat makar, dan ada keputusan hukumnya. Atau dia aliran sesat,” kata Tjahyo.[TB]

Comment

Rekomendasi Berita