by

DPP IMM: Indonesia Butuh Pemimpin Baru

Zainudin Irfan
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (IMM) Irfan menyampaikan kritik terhadap 4 tahun berjalannya pemerintahan Jokowi. Presiden Jokowi dinilai gagal memenuhi janji-janji politiknya. Menurut Irfan, trisakti, nawa cita, revolusi mental serta program-program yang dijanjikan Jokowi saat kampanye dulu masih jauh panggang dari apinya.
“Empat tahun berjalan pemerintahan pak Jokowi, dulu yang digaungkan katanya ingin mewujudkan tri sakti, nawa cita, dan janji-janji politiknya saat kampanye, tapi kita bisa lihat sekarang, kini masih jauh panggang dari apinya.” Ujar Irfan pada Rmol (Selasa, 17/1/18)
“Ekonomi kita terus melemah bahkan kian tak berdaulat, katanya dulu pak Jokowi tidak akan hutang, sekarang hutang Indonesia sudah 4.000 triliun, bahkan tembus Rp 7.000 triliun jika dihitung dari utang pemerintah dan swasta. Nilai tukar rupiah terus melemah ke 14.000 bahkan hampir mendekati 15.000. kita juga lihat sekarang daya beli masyarakat lemah.” Jelas Irfan
Irfan juga menyinggung janji penyediaan 10 juta lapangan pekerjaan untuk rakyat kecil sampai saat ini tak kunjung terwujud, sementara di lain pihak banyak tenaga kasar dari asing bahkan ditemukan illegal membanjiri daerah-daerah di Indonesia 
“baru sekarang ini kita lihat tenaga kerja asing bahkan yang ilegal membanjiri daerah-daerah di Indonesia, sementara pengangguran di negeri ini masih menjadi masalah serius. Sekarang subsidi untuk rakyat banyak yang dicabut, BBM naik, listrik naik dan kita lihat ekonomi masyarakat semakin sulit.” Tutut Irfan
Belum lagi kedaulatan pangan dan keadilan hukum yang dijanjikan Jokowi masih sekedar janji-janji yang jauh dari terwujud 
“Kedaulatan pangan yang dijanjikan pak Jokowi masih jauh dari kenyataan, sekarang serba impor; impor beras, impor garam, dan bahkan impor cangkul. Dan bagaimana juga soal tol laut atau ingin Indonesia sebagai poros maritim dunia yang dijanjikan sekarang hanya tinggal kenangan.” Ujar Irfan aktifis IMM asal Makassar ini.
“Kemudian di era ini pula, penegakan hukum kian timpang dan tidak adil. Coba lihat kasus Novel Baswedan adalah bukti dari matinya keadilan hukum pada pemerintahan Jokowi.” Tegas Irfan.   
Menurut Irfan, rakyat merindukan seorang pemimpin yang konsisten antara perkataan dan perbuataannya serta berpihak kepada kepentingan rakyat kecil
“Kita merindukan pemimpin yang se-iya dan se-kata antara perkataan dan perbuatannya. Kita telah melakukan kajian mengevaluasi perjalanan pemerintahan ini, sudah empat tahun tapi kita kecewa karena tri sakti, nawa cita, dan program yang dijanjikan masih jauh dari kata terwujud. Oleh karena itu, Indonesia butuh pemimpin baru.” Tegas Irfan.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + sixteen =

Rekomendasi Berita