by

Eko Kalyanto: Tak Menyangka Mimpi Main Film Jadi Kenyataan

Aktor Eko Kalyanto dalam sebuah adegan.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menjadi seorang aktor atau aktris memerlukan perjalanan panjang. Inilah yang dialami Eko Kalyanto, aktor film laga yang kini membintangi film layar lebar, “The Dragon” dan “5 Hari” yang disutradarai Verie Santoso.

Eko Kalyanto merintis karirnya sebagai aktor dimulai pada tahun 2012 dengan film indi bersama teman di Semarang. Pada 2015, salah seorang teman komunitas Stunt Fighter Jakarta memberi kabar gembira agar Eko Kalyanto menemui AA Gatot Brajamusti di Cipanas, Villa Yon Armed. Sejak itulah dirinya masuk di PH Brajamusti.

Mulailah Eko Kalyanto terjun secara profesional dalam produksi film layar lebar seperti film DPO, Detachment Police Operation, produksi Brajamusti Film Dan Putaar Film. Dalam film ini, Eko berperan sebagai tokoh antagonis, Xamba. Di film Begal yang  diproduksi oleh SFC Production, Eko memerankan tokoh protagonis sebagai intelligent. Eko juga membintangi film Rock Buat Jakarta yang diproduksi oleh Studio 57 Production. Dalam film The Dragon yang diproduksi oleh AMC, KEN dan 51 Picture Production, Eko berperan sebagai ketua brandal. Di film 5 Hari yang diproduksi oleh PKP dan 51 Picture Production, Eko berperan sebagai ketua mafia. Eko, aktor kelahiran Jepara, 20 September 1978 ini bermain dengan aktor papan atas seperti Toro Margen, Ricky Perdana dan Roy Marten.

Ini adalah harapan-harapan sewaktu Eko Kalyanto masih bersekolah di Sekolah Menengah Pertama. Waktu itu Eko hanya bisa melihat para aktor dan aktris di TV. Eko saat itu tidak yakin harapannya menjadi sebuah kenyataan.

“Aku hanya bisa nonton TV dengan khayalan, kapan ya aku bisa masuk TV dan bisa ketemu artis-artis. Aku berharap keinginanku bisa jadi kenyataan.” Ujar anak tunggal ini saat wawancara dengan radarindonesianews.com, Rabu (4/4).

Namun begitu, anak tunggal pasangan bapak H. Suyoto dan ibu Poniyem ini mengaku banyak sekali ujian yang pernah dihadapinya. Jatuh bangun dalam usaha yang terus mengalami kegagalan. Sempat putus asa dan tidak mau membuat film pendek karena menurutnya tidak ada kemajuan. Tapi akhirnya Eko kembali membuat film pendek yang dishare di youtube. Meski hanya dilihat beberapa orang, Eko tetap bangga dengan karyanya itu.

“Dari seorang sahabat di FB Jakarta meminta untuk berangkat ke Jakarta. Alhamdulillaah, apa yang diimpikan semuanya bisa terwujud seperti sekarang ini. Aku sangat bersykur, Allah itu adil dan bijaksana.” ujar laki-laki yang suka dengan warna putih ini. Putih katanya bersih, damai dan sejuk.

Untuk meningkatkan kapasitas sebagai pemain film, Eko membaca buku-buku bela diri untuk menemukan trik-trik dalam film garapan luar negeri.
Tentang kehidupan, aktor yang pernah juara kaligraph dan MTQ se Kodya Semarang saat SMA ini mengatakan bahwa dirinya ingin negara ini hidup damai tanpa narkoba, korupsi dan kekerasan. Dalam hidup, Eko ingin menjadi yang lebih baik dan bukan yang terbaik.
“Ayo kita bersama kembangkan, majukan dan tingkatkan kualitas film di Indonesia. Jangan sampai ketinggalan dengan negara lain.” Pesannya untuk rekan aktor dan aktris di tanah air.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − three =

Rekomendasi Berita