by

Sertifikat Kelulusan Untuk Pemuda Tangguh Institut Kemandirian DD Riau

Institut Kemadirian Dompet Duafa Riau.[Willi/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, RIAU – Dompet Dhuafa Riau kembali melahirkan Pemuda Tangguh melalui program Institut Kemandirian (IK). Program pemberdayaan pemuda ini bertujuan melatih skill para peserta melalui Design Grafis dimana dananya berasal dari pengelolaan dana zakat yang dimulai pada Oktober 2016 dan berakhir pada Maret 2017.

Hal ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kelulusan oleh Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau, Ali Bastoni kepada 3 (tiga) orang peserta pelatihan Design Grafis Institut Kemandirian di kantor Dompet Dhuafa Riau yang bertempat di Jl. Tuanku Tambusai 145,  Selasa (4/4) lalu.

“Pelatihan Design Grafis Institut Kemandirian ini adalah program pemberdayaan dana zakat di daerah Riau untuk memberikan peluang bagi para pemuda ataupun pemudi dhuafa untuk menjadi lebih baik dalam merubah perekonomian keluarga. Ini dilakukan Dompet Dhuafa Riau untuk ikut mengambil peran dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang cukup tinggi di Indonesia pada umumnya dan Riau pada khususnya”. Ujar Ali Bastoni, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau.

“Pelatihan Design Grafis ini di adakan karena kami melihat ini sebagai sebuah potensi pemberdayaan yang cukup besar untuk memberdayakan para pemuda ataupun pemudi tangguh yang berasal dari keluarga dhuafa mengingat semakin banyaknya para pelaku usaha ataupun jasa yang memerlukan jasa design di kota Pekanbaru”. Lanjutnya.

Selama 6 (enam) bulan, para peserta pelatihan ini dibekali berbagai materi pelatihan. Mulai dari materi dasar design grafis yang diberikan selama selama 3 (tiga) bulan, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman dan pengayaan skill serta keterampilan melalui proses magang selama 3 (tiga) bulan untuk mengasah jiwa kewirausahaan para peserta melalui usaha kelompok yang akan dibentuk.

Para alumni pelatihan Design Grafis memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, dari yang lulus setingkat Sekolah Dasar sampai Sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan dan memiliki ekonomi yang lemah.[Willi]



Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =

Rekomendasi Berita