by

Ferdinand Hutahaean: Siapakah Perusak Kebhinnekaan Sesungguhnya?

Ferdinand Hutahaean, Pimpinan Rumah Amanah Rakyat.[Dok.radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Beberapa hari
terakhir ini, bangsa kita sibuk dengan kata Kebhinnekaan yang ditaburi
dengan kata merawat, menjaga dan mempertahankan. Kesan heroik dan
menyiratkan bahwa ada semangat toleransi yang terpendam, namun sungguh
sangat disayangkan kata-kata itu justru banyak terucap dari pihak yang
justru ingin merusak kebhinnekaan yang ada untuk menghilangkan identitas
keIndonesiaan yang asli dan sejati. Siapa mereka? 
 
Neo Kolonialisme dan Imperialisme
Neokolonialisme
bertujuan membangun dominasi sistem politik suatu negera atas negara
lain yang lzim kita kenal dengan Imperialisme. Penguasaan sitem politik itu bertujuan untuk
kemudian menguasai ekonomi dan sumber daya alam  secara penuh.
Bung
Karno sebagai pendiri bangsa, pernah mengingatkan bangsa ini
tentang ancaman Neo Kolonialisme atau penjajahan baru. Penjajahan yang
jauh lebih sulit dihadapi karena Bangsa Asing itu berbaur
menjadi warga negara kita dan berkolaborasi dengan anak-anak bangsa ini
sendiri. Maka sampailah kalimat Bung Karno ke tingkat kebenaran
dan tebukti, bahwa memang perjuangan kita akan lebih sulit karena melawan
bangsa sendiri. 
Bangsa Imperialis Abad 20
Dunia
sekarang sedang dihadapkan pada pertarungan 2 kapitalisme
(Nekolim/Imperialis) global yaitu blok Amerika dengan blok Cina. Kedua
kekuatan kapitalisme global ini sedang berkompetisi dengan dahsyat
di seluruh belahan bumi bahkan di luar bumi. Pertarungan dan kompetisi
yang bertujuan mendominasi ekonomi politik dan sumber daya bangsa asing.
Inilah yang terjadi saat ini melanda negara kita Indonesia. 
Pertarungan
yang terjadi di halaman rumah kita hingga menimbulkan debu tebal yang
mengotori udara dan mengotori rumah kita, hingga kita kesulitan bernafas
normal karena udara kotor dan menyesakkan. Meski pertarungan kedua
blok ini sangat dahsyat, namun mereka belum bisa masuk secara utuh
kepada kendali politik, meski kendali ekonomi dan media sudah mereka
kuasai. Ada satu benteng bangsa yang belum bisa diruntuhkan sehingga
kapitalisme ini belum bisa mengontrol politik secara utuh, yaitu
kebhinnekaan dan kekuatan pribumi.

Hubungan Nekolim dengan Perusakan Kebhinnekaan
Saat
ini, bila kita mencermati fakta-fakta lapangan yang tidak tersurat,
sepertinya blok kapitalisme Cina sedang unggul dalam pertarungan
memperebutkan wilayah jajahan baru yaitu bangsa kita Indonesia. Meski
belum ada data secara resmi, tapi berdasarkan informasi, kalangan
expatriat asing dari blok barat (Amerika) banyak yang sudah kehilangan
pekerjaan dan kembali ke negara asalnya. Berbeda dengan expatriat dari
negeri Cina. Mereka bahkan bukan sekedar datang, tapi dapat
dikategorikan sebagai exodus Cina ke Indonesia. Hampir di tiap kota dan
daerah, kita dengan mudah menemukan orang Cina yang masih WN
Cina atau sudah menjadi WN Indonesia. Ini fakta nyata yang tidak bisa dipungkiri. 
Dominasi ekonomi dan media saat
ini sudah berada ditangan blok kapitalisme Cina. Tinggal 1 sasaran yang
belum, yaitu dominasi dan kontrol politik secara utuh yang tujuan
akhirnya adalah penguasaan sumber daya alam secara penuh.
Untuk
masuk kedalam kontrol politik, dapat kita lihat secara gamblang dalam
kontestasi pilkada saat ini khususnya pilkada Jakarta. Kekuatan ekonomi
dan media bekerja secara bersamaan untuk merusak kebhinnekaan. Kebhinnekaan
itu sejaranhnya adalah milik Pribumi bangsa Indonesia, tidak untuk
kebhinnekaan antar bangsa. Maka kebhinnekaan itu harus dirusak dengan
merubah makna kebhinnekaan sesungguhnya yaitu ikatan atas kekayaan budaya
dan suku asli Indonesia menjadi kebhinenkaan antar bangsa. Maka kemudian
hilanglah identitas keaslian Indonesia, hilanglah hak-hak prioritas
pribumi bangsa Indonesia, dan seterusnya bangsa asing itu mendominasi politik dan mengontrol bangsa ini secara total. 
Pertahankan Kebhinnekaan Sesungguhnya
Kita
harus mewaspadai dan menolak segala bentuk penjajahan baru. Pemahaman
kebhinnekaan yang dibelokkan oleh kaum imperialis itu adalah pemahaman
menyesatkan. Setiap anak bangsa ini harus memiliki pemahaman yang utuh
tentang kebhinnekaan dan siapa yang diikat oleh kebhinnekaan. Ikatan
kebhinnekaan itu adalah ikatan suku, budaya asli Indonesia bukan untuk
ikatan antar bangsa Indonesia dengan bangsa asing. 
Menjaga
kebhinnekaan adalah menjaga hak-hak prioritas pribumi Indonesia. Karena
menjaga kebhninekaan itu adalah menjaga dan mempertahankan identitas asli
bangsa Indinesia. Menjaga identitas asli Indonesia adalah merawat ke
Indonesiaan dan merawat ke Indonesiaan adalah melindungi Indonesia
dari serangan penjajahan baru para kaum imperialis.
Kesimpulan
Dengan
demikian, kita akan menjadi tahu siapa sesungguhnya yang ingin dan
berhasrat merusak kebhinnekaan. Siapa yang ingin menghancurkan identitas
asli Indinesia dan siapa yang bernafsu menghilangkan jati diri Indonesia
demi tujuan dominasi politik. Mereka adalah bangsa asing yang
bermental imperialis dan gemar mengontrol negara lain dengan pengaruh
ekonominya dan bukan kaum Muslim yang menuntut penegakan hukum atas
penistaan agama yang dilakukan Ahok.
Kita harus
menolak segala upaya penghilangan identitas asli Indonesia. Makna kebihnnekaan yang disesatkan oleh kaum imperialis harus dilawan. Kita
menerima bangsa asing dalam tataran ekonomi dan kerjasama lainnya tapi
tidak untuk mendominasi poltik yang berujung pada kontrol negara secara
total.
Indonesia untuk orang Indonesia. Jangan mau dibohongi bangsa asing pakai kata toleransi, pluralisme dan kebhinnekaan palsu.[]

Comment

Rekomendasi Berita