by

Gadis Anoreksia Rusuknya Patah Ketika Dipeluk, Kini Ia…

Foto: copyright dailymail.co.uk
RADAEINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Punya tubuh langsing dan sehat? Itu merupakan dambaan banyak wanita.
Bahkan ada yang rela lakukan diet ketat demi bisa mendapatkan tubuh
lebih ramping. Tapi kalau berlebihan juga bahaya, bisa-bisa malah
mengganggu kesehatan dan membahayakan jiwa.

Georgia McGrath,
remaja 18 tahun ini mengalami kejadian yang menyakitkan ketika suatu
hari ia menghambur ke pelukan kekasihnya. Dilansir dari dailymail.co.uk,
dengan bobot hanya 31 kilogram, tubuhnya hanya terlihat tulang dan
kulit. Sampai-sampai ketika ia melompat ke pelukan kekasihnya, tulang
rusuknya patah. Georgia berteriak kesakitan dan momen itu pun tertangkap
kamera oleh temannya yang saat itu sedang memotret.


Momen ketika Georgia berteriak kesakitan saat dipeluk kekasihnya (kiri). Tubuh kurus Georgia karena anoreksia (kanan). | Foto: copyright dailymail.co.ukMomen
ketika Georgia berteriak kesakitan saat dipeluk kekasihnya (kiri).
Tubuh kurus Georgia karena anoreksia (kanan). | Foto: copyright
dailymail.co.uk


Tubuh
Georgia yang kurus itu disebabkan karena anoreksia yang diidapnya sejak
tahun 2012. Diejek gemuk, Georgia terobsesi punya tubuh kurus dan hidup
hanya dengan 100 kalori per hari. Ditambah lagi dengan olahraga
berlebihan yang ia lakukan, membakar 1.500 kalori per hari di gym dan
bersepeda 10 mil setiap harinya. Saat di rumah, dia pura-pura memasak
makanan sendiri di dapur dan meninggalkan banyak sekali cucian piring
seolah-olah ia makan banyak.

“Ketika aku menghambur ke pelukan
Ashton, aku berteriak kesakitan dan susah bernapas. Aku merasa
paru-paruku tertusuk,” ujar Georgia menjelaskan tragedi yang menjadi
titik baliknya. Tak disangka momen tertangkap kamera yang seharusnya
jadi kenangan manis malah berakhir menyakitkan. Ibu Georgia juga panik
dan menangis melihat tulang rusuk putrinya patah. Bahkan khawatir tulang
lehernya juga ikut patah saking kurusnya tubuh Georgia.


Foto: copyright dailymail.co.ukFoto: copyright dailymail.co.uk

Sebelumnya
Georgia sudah diperingatkan kalau tubuhnya kekurangan gizi dan rapuh.
Tapi ia mengabaikannya. Barulah ketika tulang rusuknya patah saat
dipeluk itu, matanya baru benar-benar kembali terbuka.

Bulan
Agustus 2014, Georgia pernah dilarikan ke rumah sakit karena menunjukkan
gejala penyakit stroke akibat menahan rasa lapar. “Aku ingat rasanya
sakit semua dan tubuh sebelah kiriku mati rasa semua,” ujar Georgia.
Seandainya saat itu ia tak segera dilarikan di rumah sakit, nyawanya
bisa melayang kapan saja.


Foto: copyright dailymail.co.ukFoto: copyright dailymail.co.uk

Beberapa
minggu setelah sembuh, nenek buyut Georgia meninggal. Permintaan
terakhirnya adalah ingin agar Georgia bisa segera sembuh. “Dia berbicara
empat mata sebentar denganku dan memintaku berjanji agar aku bertahan
hidup karena ia tahu betapa buruknya kondisiku selama ini,” ujar
Georgia. Georgia pun mendapat semangat untuk sembuh dari penyakit
anoreksia yang diidapnya.

Berkat dukungan dan motivasi dari
keluarga serta kekasihnya, Georgia berjuang untuk sembuh. Ia tak lagi
memaksa diri menahan lapar atau olahraga berlebihan. Rasa takutnya pada
gula kini bisa diatasi dengan membuka bisnis menyediakan candy carts di acara pernikahan.


Foto: copyright dailymail.co.ukFoto: copyright dailymail.co.uk

Dari
yang dulu bobotnya hanya 31 kilogram, kini Georgia berbobot 66 kilogram
dan terlihat lebih sehat. Tak lagi kurus ataupun kekurangan gizi. Kini
ia bisa menjalani hidupnya dengan lebih percaya diri lagi.
 
 
“A fit, healthy body—that is the best fashion statement”
― Jess C. Scott 
 
Meski
dulu diejek gendut sampai membuat Georgia mengidap anoreksia hingga
tulang rusuknya patah dan pernah juga hampir terkena stroke, kini ia
bisa kembali percaya diri. Perjuangan untuk sembuh memang tak mudah.
Tapi kalau dilakukan dengan
sungguh-sungguh, pastinya akan berbuah
manis.[vem]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − sixteen =

Rekomendasi Berita