by

HMI Serukan Pemerintah Segera Reformasi Sistem Keamanan Negara

HMI.[Harto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ketua umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Respiratori Saddam Al Jihad dan jajaran pengurusa gelar jumpa pers di gedung PB HMI,  jalan  Sultan Agung/ 25 Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

PB HMI mengucapkan belasungkawa atas kejadian teror bom di Surabaya dan mengutuk keras pelaku teror. HMI juga akan membuat gerakan – gerakan untuk melawan terorisme dengan cara komunikasi politik atau pun pendekatan agama.

Kejadian Minggu tanggal 13 Mei 2018,  di Surabaya, Mako Brimob dan Sidoarjo jangan sampai terjadi lagi.

Kalau memang terjadi lagi, maka reformasi keamanan secara total harus dilakukan yaitu Polri, TNI, Intelijen, dan BNPT. Negara harus bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan rakyat.

Pembenahan payung hukum terkait dengan Kamnas dan terorisme harus diseriusi baik itu di DPR, Polhukam dan Perpres. Kalau pemerintah dalam hal ini tidak membenahi maka semakin sulit untuk dideteksi.

Evaluasi total sistem keamanan harus segera dilakukan oleh presiden, kalau tidak negara akan lemah sedangkan  negara harus bertanggung jawab atas kondisi keamanan dan kenyamanan untuk rakyatnya.

Ini bukan masalah politik dan ini masalah teror yang serius harus ditangani oleh negara. Ini persoalan nyawa. Kalau sudut pandang ini dipolitisir, jelas kita sangat sedih.

Titik central yang ada di Mako Brimob, bagai mana jantung pertahanan keamanan, kenapa itu bisa kejadian.

Ditempat – tempat umum adanya ketakutan sosial, kini masyarakat hidup dalam ketakutan dan mencekam. HMI akan menuntut negara untuk melakukan ketertiban secara sosial . 

Dan mendukung negara memperkuat sendi – sendi reformasi sistem keamanan, agar masyarakat tidak lagi hidup dalam ketakutan terus menerus.(hrt)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + eighteen =

Rekomendasi Berita