by

IDM Menilai Responden Konsisten Memilih Anies-Sandi 82,1%

foto/ist
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Indonesia Development Monitoring (IDM) telah melakukan survei jajak pendapat masyarakat Jakarta terkait pilihan Kepala daerah putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang dilakukan mulai  4 hingga 11 April 2017, dengan cakupan sample (responden) sebanyak 1421 mewakili populasi masyarakat Jakarta dengan hak pilih menggunakan sample random pada kelima (5) Kotamadya dan 1 Kabupaten di Jakarta. Adapun teknik yang diterapkan multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,6 % dengan tingkat kepercayaan 95%, lalu wawancara melalui tatap muka dengan instrumen kuesioner yang disiapkan surveyor.

Fahmi Hafel.Sip, Direktur Eksekutive IDM mengemukakan,”Dalam temuan survei terjawab pilihan masyarakat Jakarta yang diwakili oleh 1415 warga Jakarta, memberikan pilihan pada pasangan Ahok-Djarot sebanyak 40,82%, dan pada pasangan Anies-Sandi sebanyak 52,68%, sedangkan yang tidak menjawab/rahasia sebanyak 6,5%,” ungkapnya.

Sebagai catatan, bahwa dalam kuisioner responden diminta menjawab 2 pertanyaan, yakni “Jika Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dilakukan pada hari ini, siapakah yang akan anda pilih?”, dari data data jawaban kuisioner yang telah dijawab hanya 1415  responden  saja yang bisa diverifikasi dan berkualitas sisanya tidak terisi dan tidak jelas
 

Direktur IDM menjelaskan saat responden ditanyakan dalam kuisioner mengenai kekonsistenan antara jawaban dalam memilih kedua Paslon nanti saat hari pencoblosan.”Diperoleh sebanyak 58,17% akan tetap memilih Ahok sesuai dengan pilihannya dan  sebanyak  41,83% masih akan berpikir ulang,” tukasnya.

 “Sedangkan dari yang memilih pasangan  Anies-Sandi, para respondent akan konsisten dengan memilih Anies-Sandi , sebanyak 82,1%  dan sebanyak 17,9% responden yang memilih Anies -Sandi masih akan berpikir lagi dan merahasiakan kekonsistenannya dalam memilih Anies -Sandi,” ujarnya.
 

Berdasar hasil survei, papar Fahmi, telah tergambar elektabilitas Anies-Sandi unggul  atas Ahok- Djarot dengan selisih mencapai lebih dari 12%. “Hal ini mungkin terjadi, sebagian besar pemilih Agus-Sylvi di putaran pertama cenderung memindahkan dukungan pada Anies-Sandi. Perpindahan dukungan dari Agus-Sylvi kepada Anies-Sandi dinilai lebih besar daripada ke Ahok-Djarot, karena pemilih Agus-Sylvi maupun pemilih Anies-Sandi pada putaran pertama sama-sama menginginkan hadirnya pemimpin baru di Jakarta,” jelasnya. 



Selain itu untuk alasan yang kedua, Fahmi Hafel menyatakan, jumlah responden yang mantap dengan pilihannya jauh berbeda antara kedua paslon, yaitu pemilih Ahok-Djarot hanya 58,17% yang mantap dengan pilihannya sedangkan pemilih Anies-Sandi yang mantap dengan pilihannya sebanyak 82,1%.

“Banyaknya pemilih Ahok yang tidak mantap dengan pilihannya kemungkinan karena kasus hukum yang masih menjerat Ahok. Figur Ahok yang kerap menuai kontroversi juga dinilai menjadi penyebab banyaknya calon pemilih yang belum mantap,” imbuhnya.

Banyaknya pemilih Anies-Sandi yang sudah mantap dengan pilihannya terjadi lanjutnya, karena pemilihnya banyak yang menginginkan gubernur baru. Karena tidak puas dengan gubernur saat ini, dan juga program-program yang ditawarkan Anies-Sandi seperti di antaranya OK OCE dan KJP Plus dianggap dapat menjadi solusi permasalahan di Jakarta,” tutupnya.[nik]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 13 =

Rekomendasi Berita