by

Indah Yuliatik: Drama Tahunan “UNBK”

Indah Yuliatik

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pekan ini siswa siswi tingkat SMA telah melaksanakan Ujian Nasional serentak di seluruh Indonesia. Sebagian melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK. Meski tak sedikit kendala karena server error atau listrik mati namun UNBK tetap berlangsung. 

Setiap tahun di Indonesia melaksanakan ujian nasional dan tentunya telah meluluskan ribuan siswa siswi. Tak heran jika setiap tahun UN menjadi ritual wajib untuk siswa siswi di Indonesia. Namun, apa sebenarnya tujuan dari ujian nasional? 
Menurut Undang Undang Nomor 20 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Ujian Nasional bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Ujian Nasional menurut Undang-undang sebagai ukuran atau takaran kelulusan siswa siswi agar dapat melaksanakan pendidikan kejenjang berikutnya. Siswa siswi dituntut untuk mendapatkan nilai bagus sesuai SKL.
Akibat dari diterapkannya Standart Kompetensi Kelulusan ini, lulusan yang dihasilkan tidak melahirkan generasi yang berkualitas dari segi sumber daya manusia. Banyak sekali kasus-kasus kebocoran soal UN dan tidak sedikit siswa siswi yang membeli jawaban UN. Pelaksanaan UNBK pun bukan solusi agar kebocoran soal ini tidak terulang lagi. Lalu, apa fungsi UN sebenarnya? Apakah UN hanya ritual tahunan saja untuk meluluskan siswa siswi? 
Pendidikan sejatinya merupakan kebutuhan primer setiap individu. Pendidikan harusnya mencetak generasi-generasi hebat penerus peradaban. Lulusannya pun seharusnya menjadi calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu seharusnya tidak hanya mementingkan soal nilai yang dihasilakan dari UN, tapi juga proses dan penerapan ilmu yang didapat dalam menempuh pendidikan dapat diterapkan dalam kehidupan. 
Pendidikan dalam Islam merupakan kewajiban setiap individu. Sesuai dalam hadist Rasulullah
”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
Pendidikan dalam Islam tidah hanya masalah nilai saja, tetapi juga penerapan dalam kehidupan sehari-hari atau life skill. Ilmu yang dipelajarinya pun berjenjang sesuai umur peserta didik, bukan berdasarkan kompetensi.Derajat orang-orang yang menuntut ilmu dalam Islam pun juga ditinggikan.
Bukti dari majunya pendidikan Islam sudah dibuktikan dengan lahirnya ilmuan-ilmuan hebat. Ilmuan-ilmuan Islam memberikan sumbangan yang amat besar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, Al Quarismi dalam bidang matematika dan masih banyak lagi. Selain itu, peran negara dalam mendukung dan mencetak generasi emas sangatlah besar. Negara harus menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai dan kurikulum yang benar. 
Dasar kurikulum pendidikan Islam diambil dari Al qur’an dan Hadist, sehingga sesuai dengan fitrah manusia. Al qur’an tidak hanya sebagai kitab suci saja, tetapi didalamnya memuat aturan-aturan, hukum-hukum, sains dan masih banyak lagi. Sehingga dapat dijadikan dasar kurikulum pendidikan yang benar.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + twelve =

Rekomendasi Berita