by

Jalan Alternatif Ke Pantai Krakal Makan Korban

Jalan alternatif yang memakan banyak korban.[Windy/radarindonesianews.com]
RADARINDONESINEWS.COM, GUNUNGKIDUL – Jalan alternatif menuju kawasan Pantai
Selatan Gunungkidul yang mellintasi Desa Ngestirejo dalam tahap perbaikan.
Namun jalan tersebut tidak tertutup untuk umum, kemungkinan hal ini
disebabkan jalan tersebut dipergunakan untuk kegiatan lalu lintas
ke lokasi pertanian dan keperluan lain oleh warga sekitarnya.
Padahal kondisi jalan sangat riskan untuk dilalui, hal ini jelas
terlihat dengan lapisan split (batuan pecahan kecil) diatas permukaan
jalan yang menambah licinnya jalan.
“Dalam waktu 1 minggu ini sudah
banyak korban yang jatuh terpeleset saat menuruni jalan tersebut, bukan warga sekitar saja yang terjatuh warga dari luar daerah juga
banyak yang menjadi korban. Warga juga merasa bingung kenapa pekerjaan perbaikan jalan
ini tidak berlanjut. Apa harus menunggu korban berjatuhan lagi.?” Ujar warga kepada Radar Indonesia News, Jum’at (21/10)
 
 Kemarin, Jumat (21/10)  sekitar pukul 08.00 WIB terjadi kecelakaan tunggal di
lokasi jalan alternatif ke  Pantai Krakal, tepatnya di Dusun Bruno II,
Ngestirejo, Tanjungsari. Korban meninggal dunia bernama Sartono
(30 Tahun), warga Dusun Walikangin, Ngestirejo, Tanjungsari. 
 
Beberapa saksi menceritakan ke Radar indonesia bahwa korban (Alm.
Sartono) mengendarai kendaraan roda dua merk Honda jenis Win dengan
membawa kronjot (keranjang) di kiri kanan bagian belakang motor.
 
Dia
memang pedagang keliling yang akan mengantarkan dagangannya ke beberapa
warung di Pantai Krakal. Namun naas saat akan menuruni jalan di Dusun
Bruno II motornya kehilangan kendali, karena jalan menurun yang licin
akibat tebaran batu split dipermukaan jalan sehingga motor dan korban
jatuh ke jurang sebelah kanan jalan yang kedalamannya antara 5 – 6
meter.
Warga
berusaha menolong korban dan mengevakuasi, selanjutnya korban dibawa ke
Puskesmas yang terletak di Dusun Prigi. Puskesmas merasa tidak mampu
dan dirujuk ke UGD Rumah Sakit Umum Wonosari, tetapi RSUD Wonosari juga
tidak mampu untuk menangani korban yang terluka parah pada bagian kepala
dan muka korban dan akan dirujuk untuk ke Rumah Sakit di Yogyakarta. 
 
 Surat rujukan belum selesai , korban keburu menghembuskan nafas
terakhir di UGD RSUD Wonosari. Dari peristiwa ini timbul
beberapa pertanyaan dari beberapa warga  yang membutuhkan penjelasan
yang sejelas jelasnya, apakah ini sebagai kesalahan warga yang lalai
atau kelalaian dari pelaksana pekerjaan perbaikan jalan.
 
Berdasarkan pengamatan Radar Indonesia news, tidak melihat Papan Nama Proyek di lokasi 
perbaikan jalan atau disekitar Dusun Bruno II. Perlu dipertanyakan, ada apa dengan Proyek
ini?(WR)

Comment

Rekomendasi Berita