by

Kalo Bersih 2017, Kenapa Risih 2018

Murdani, Sekretaris Jenderal LP3K-RI (Lembaga Penyelidikan Pemantauan&Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia)
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – MENYIMAK perjalanan media yang tak terasa hampir 13 tahun, telah banyak hal yang telah dilalui, berbagai fenomena pun sangat beragam. Dari perjalanan Tim Investigator (Lembaga Penyelidikan Pemantauan & Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia –LP3K-RI) dari Sabang sampai Waropen menjadikan sebuah pelajaran paling berharga.
Dan sepanjang tahun 2007 sampai 2018 ini,LP3K-RI memberikan kontribusi kepada Negara dan masyarakat dalam hal penyampaian berbagai informasi dan Laporan terkait pesoalan hukum, sosial dan KKN sangat beragam, yang dipublikasi di media, tentunya dengan kemasasn yang unik dan menarik yang dikemas menjadi sebuah berita tanpa rekayasa.
Meski cibiran, cemoohan , cacian dan hujatan kepada LP3K-RI. Banyak hal yang positif dan telah pula banyak yang mendapatkan keuntungan dengan meng-aku-aku Anggota LP3K-RI. Perjalanan LP3K-RI bukan sekadar alasan untuk menjadi sebuah Lembaga rubuh-rubuh gedhang (ikut-ikutan –bahasa Jawa, red). Namun, lebih kepada menjadi sebuah sarana pemersatu dari sebuah kata “86” dikalangan masyarakat yang artinya damai ditempat, diamankan atau bisa juga diatur aja.
Kesemuanya yang dianggap bahasa “polisi” adalah jauh dari tuduhan dan tudingan itu. Kebanggaan tersendiri tentunya, memiliki media sebagai wadah publikasi hasil kinerja Lembaga, Media dalam format Koran (Koran Pagi) dan Website www.koranpagionline.com serta Majalah Lapan6 (The National News Independent) serta Website www.lapan6online.com , adalah sebagai salahsatu bentuk pelaporan hasil kinerja TIM INVESTIGATOR Lembaga Penyelidikan Pemantauan&Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI) dalam menindaklanjuti Laporan Pengaduan Masyarakat, yang kemudian dilanjutkan investigasi dilapangan. Kemudian kesemuanya dituangkan di penerbitan Koran Pagi, www.koranpagionline.com , Majalah Lapan6 dan www.lapan6online.com ini. LP3K RI sebagai payung hukum Koran Pagi, www.koranpagionline.com , Majalah Lapan6 dan www.lapan6online.com (PT.Gajah Lapan Enam) senantiasa tidak bisa terlepas bersinergi dengan seluruh jajaran penegak hukum tanpa kecuali.
LP3K-RI dengan Motto Kalo Bersih Kenapa Risih dalah motivasi bagi seluruh anggota dan pengurus dalam menjalankan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat dan Negara. Tanpa rekayasa, dan apa adanya. Terlebih terkait pemberitaan tentang berbagai macam indikasi, dan dugaan korupsi. PELAJARAN BERAT dan TANGGUNGJAWAB BERAT sepanjang 13 tahun lalu. Hasil Laporan Pengaduan Masyarakat dan temuan Koran Pagi, www.koranpagionline.com , Majalah Lapan6 dan www.lapan6online.com dari Sabang sampai Waropen sangat bervariatif. Dan semuanya dikemas dalam sebuah pemberitaan yang dikupas tuntas, serta dibagi secara gratis kepada seluruh instansi pemerintahan dan swasta tanpa kecuali. Meski terkadang tidak semuanya merata mendapatkan.
Selain itu pula menyampaikan berbagai persoalan terkait illegal fishing, illegal mining, penyelundupan, APBN dan APBD, serta upaya merugikan keuangan Negara lainnya termasuk penyalahgunaan asset negara. Khususnya didaerah yang sangat berpotensi dan berpeluang kuat terjadi pelanggaran serta penyelewengan. Maklum, jauh dari pantauan Pusat! Tabloid Lapan6 senantiasa memberikan informasi yang tidak tebang pilih. Kalo Bersih Kenapa Risih!
Sayang, semakin pemberantasan korupsi diperketat. Justeru semakin marak pula terjadinya korupsi. Bukan takut, apalagi berpikir dua kali. Ini semakin berani dan super gila. Jadi Kalo Bersih 2017, Kenapa Risih 2018? Ontran-ontran pengawasan dan pengawalan kinerja aparatur Negara agar tetap berjalan sesuai dengan koridor pun masih ”mimpi”, sehingga yang terjadi wani pira?.
Wajah baru, stok lama adalah budaya yang sudah melekat dalam hati. Terlihat covernya moleh, montok, mlohak, tapi dalamnya busuk dan tak berbentuk. Penegakkan hukum pun kian tak beraturan , intervensi berbagi kelompok pun mengantri seperti rakyat ambil jatah raskin. Miris dan sangat memilukan, instusi POLRI yang kini seakan menjadi sorotan publik terkesan tidak profesional. Sehingga profesi POLRI pun tercoreng oleh ulah oknum-oknum yang hanya mementingkan urusan perut kelompoknya. Citra dan nama baik POLRI dimata masyarakat kian surut, namun rakyat pun tidak bodoh melihat tipu muslihat dan kemasan sebuah publikasi yang sudah canggih dalam membuat skenario.
Sehingga semua permasalahan penegakkan hukum yang seharusnya terselesaikan terhalang atau dihalangi oleh berbagai macam peristiwa yang terjadi. Tentu hal ini tantangan berat bagi Kepolisian Republik Indonesia, hanya dengan sebuah keyakinan dan niat tulus dalam menjalankan amanah serta amanat rakyat tanpa pamrih apapun, semua bisa teratasi dan kembali menjadi intitusi yang benar-benar solid danprofesional.
Terlepas dari persoalan penegakkan hukum, terkait persoalan pemberantasan korupsi tak bisa dipisahkan antara KPK, Kepolisian dan Kejaksaan. 2017 adalah tahun fenomena aib oknum pejabat dan para pelaku pengusaha yang tersandung dengan licinnya rupiah dan dolar. KPK pun telah bekerja secara maksimal, meski cibiran dan cacian menyerangnya. Namun banyak kasus yang terungkap, meski terkadang pemberantasan korupsi seringkali mandeg secara sistematis.
Karena dunia perpolitikan yang sarat dengan tipu muslihat pun sudah merasuk ke tubuh lembaga independen tersebut. Cukup menjadi pelajaran dan pembelajaran bagi seluruh tim KPK, dan masyarakat pun tentu diharapkan sumbangsihnya didalam pengawasan dan pengawalan pemberantasan korupsi.
Perhelatan politik 2019 adalah tantangan besar, anggaran dana tidak sedikit ditumpahkan dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Korupsi sepertinya bukan hal tabu dan bisu, hotel prodeo saja sudah “disulap” mewah. Apa saja bisa dan serba ada, namun dedengkot Lapas terlepas karena terlalu cepat landas, hingga kandas hingga semua harta, jabatan lepas tuntas.
Pemberantasan Korupsi sangat dibutuhkan support dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia. Membumihanguskan VIRUS GANAS KORUPSI! Dan dengan semangat, Berani Jujur Itu HEBAT! KPK Seyogyanya komitmen menjaga sebagai lembaga independen tetap konsisten, konsekwen dan tidak akan terintervensi dari siapapun, kapanpun dan dimanapun. Sehingga menuju INDONESIA BEBAS KORUPSI terbukti. Semoga. [lapa6].

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − fifteen =

Rekomendasi Berita