Lafifah: Menggapai Takwa Dengan Merealisasikan Nilai Perbuatan

Berita1252 Views
Lafifah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Di dalam Al-Qur’an, kata takwa disebut dengan al-muttaqin yang merujuk pada orang-orang yang bertakwa, atau dalam perkataan Ibnu Abbas ” orang-orang yang meyakini ( Allah ) dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintahNya”
Ungkapan di atas mengandung makna tentang perbuatan manusia, yang manusia itu sendiri mengetahui mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar mana yang salah, mana yang sesuai perintah Allah dan mana yang dilarang oleh Allah SWT.
Dari mana kita mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, mana petintah Allah dan mana larangan Allah? Yaitu dari memahami nilai perbuatan kita.
Menurut Syekh Taqiyudin An Nabhani Nilai( qimah) perbuatan itu ada 4; Niliai Materi ( qimmah madiyah), Nilai kemanusiaan (qimmah insaniyah), Nilai ahlak (qimmah khuluqiyah), Nilai ruhiyah ( qimmah ruhiyah).
Ke empat nilai perbuatan ini harus dimiliki oleh seorang muslim untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya, serta menjadi bekal didalam kehidupan baik secara individu, bermasyarakat dan bernegara.
Perbuatan manusia sendiri pada dasarnya bersifat materi, akan bernilai di mata Allah ketika perbuatan manusia disandarkan pada kesadaran akan hubungan nya dengan Allah, sehingga memungkinkan untuk memutuskan apakah akan melakukan perbuatan tersebut atau menghindari nya. Serta mampu mengetahui apakah perbuatan nya diridhoi oleh Allah ataukah dimurkai oleh Allah.
Adapaun akan menjadi bahaya apabila seseorang lebih mengutamakan nilai perbuatan yang satu dengan nilai perbuaatan yang lain nya.  Maka ketika seseorang mempunyai kecenderungan mengutamakan nilai Materi Ia akan selalu dikuasai oleh hawa nafsusyahwatnya, seperti kasus prositusi yang menjerat beberapa Artis adalah salah satu contoh lebih mengedepankan nilai materi itu sendiri.
Begitupun kecenderungan lebih mengutamakan nilai ruhiyah dengan mengabaikan nilai materi, karena itulah mereka mengabaikan kehidupan dunia, sebab kehidupan dunia bersifat materi yang akan mengakibatkan kemunduran dibidang materi, keterbelakangan kehidupan masyarakat, timbulnya kemalasan dan kebodohan.
Dari penyatuan nilai perbuatan yang empat tersebut dengan kesadaran akan hubungan nya dengan Allah dinamakan Ruh. Yang mengharuskan manusia mengetahui Syariat Islam yang menjadi asas didalam berakidah, sehingga mampu memberikan gambaran bagi akidah seseorang, masyarakat dan Negara. 
Dikatakan Negara Islam ketika negara tersebut menerapkan aturan berdasarkan Syariat Islam, walaupun  mayoritas penduduk nya bukan beragama Islam. Tetapi sebaliknya di sebut negara kuffur, apabila aturan yang diterapkanya bukan berasal dari Islam walaupun mayoritas penduduk nya beragama islam.
“Sungguh, kami telah menurunkan Kitab Taurat; didalam nya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri pada Allah memberi putusan atas perkara orang yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut terhadap manusia, (tetapi) takutlah kepadaKU. Dan janganlah kamu jual ayat-ayatKU dengan harga yang murah. Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.”(QS: Al-Maidah: 45) Wallahu a’alam bishowab.[]

Penulis adalah anggota komunitas Akademi Menulis Kreatif, Bandung

Comment