by

Laporan Terakhir BPBD Jabar Seputar Banjir Yang Menerpa Bandung

Banjir yang menimpa Bandung menghanyutkan mobil di salah satu ruas jalan.[BPBD/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, BANDUNG – Haryadi, Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Jawa Barat menyampaikan kegiatan Assessment terhadap
banjir yang menimpa Kota Bandung tanggal 24 Oktober.

Haryadi, Kepala BPBD Jabar.[Dok.radarindonesianews.com]
Kepada radarindonesianews.com, Haryadi menjelaskan bahwa bencana banjir 
yang 
terjadi pada hari senin tanggal 24 oktober 2016 pada Pukul 11.30 WIB
menimpa
beberapa ruas jalan di Kota Bandung di antaranya jalan Pasteur Kelurahan
Arjuna, Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo dan  jalan Pagarsih,
Kelurahan Cibadak Kecamatan Astana Anyar, dan Kelurahan Gegerkalong
Kecamatan Sukasari Kota Bandung.
Dalam laporan tertulis yang disampaikan tersebut, Haryadi memberikan
penjelasan dampak yang ditmbulkan akibat banjir sebagai berikut:

Di Kelurahan  Arjuna, Kecamatan Cicendo Kota Bandung 165 rumah terendam
dengan rincian RW 02 sebanyak 20 unit, RW  04  sebanyak  60 unit, RW 07
sebanyak 20 unit, RW 08 sebanyak 65 dengan TMA rata-rata 50 cm.
Di Kelurahan Padjajaran, Kecamatan Cicendo, 348 rumah terendam dengan
rincian sebagai berikut: Jl.Cipedes Rt.01,03/04 : 23 unit, Jl.Baladewa
Rt.02,04,05,06,07,08/08 : 85 unit, Jl.Baladewa Rt.01,02,03,05,06,07/09 :
80 unit, Jl.Padjajaran blk 102 Rt.01,02/07 : 75 unit, Jl.Citepus Rt.01
s/d 05/05 : 85 unit.
Sekolah : 1 unit sekolah terendam (SMKN 9), 1 unit irigasi rusak
berat (RB) dengan TMA rata-rata 30-75 cm dengan TMA tertinggi 260 cm di
jl.Padjajaran.
Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar kota bandung; Rw.02,07,08 : ±
300 unit rumah terendam, kendaraan roda empat : 1 unit mobil grand
livina terbawa hanyut, kendaraan roda tiga : 1 unit Tresida terbawa
hanyut dengan TMA rata-rata 30-75 cm.
Banjir yang menimpa Bandung tersebut menurut laporan BPBD Jabar
mengakibatkan Ade Sudrajat, (30) warga Hegarmanah Kulon, Gg Ranim Rt 07/
08 Kelurahan Hegarmanah Kecamatan Coblong  Bandung  dinyatakan
meninggal dunia akibat terseret arus.
Haryadi bersama Tim Assesment BPBD Provinsi Jabar juga melaporkan secara
tertulis Kronologis dan Penanganan Bencana yang menimpa Bandung, Senin
(24/10) ebagai berikut:

• Banjir yang terjadi di beberapa ruas jalan kota bandung disebabkan
oleh intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur kota sejak senin siang
hingga petang.

• Beberapa drainase tidak dapat menampung dan menyalurkan luapan air sehingga terjadi luapan di jalan.

• Meluapnya sungai citepus yang salah satunya disebabkan oleh sampah
yang menggenang dan menghambat saluran air dan juga pendangkalan Sungai Citepus.

• DINAS PU dan DINAS BINAMARGA langsung melakukan penyedotan untuk ruas jalan Pasteur menggunakan 6 mesin penyedot air.

• Kantor SAR Bandung melakukan penyisiran di sepanjang sungai citepus kelurahan cibadak
• Dinas Kebakaran Kota Bandung div.Rescue melakukan penyisiran di Kelurahan Pajajaran. 

•Dinas terkait yang ada dilapangan meliputi BPBD Prov. Jabar, POLRI,
TAGANA, PNI, BASARNAS, satuan kerja perangkat daerah dan relawan.

• Pukul 14.00 hujan dan genangan sudah mulai surut dan warga terdampak sudah mulai membersihan rumah akibat rendaman air.

• Sampai dengan laporan ini dibuat keadaan wilayah terdampak
berangsur-angsur sudah surut dan pihak dari BPBD Prov. Jabar beserta
DINAS terkait lain masih berjaga-jaga untuk antisipasi hujan atau banjir
susulan.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita