by

Liku Pedih Perjalanan Sukses Pedangdut Lia Camella

Lia Camelia.[Lounitha/radarindonsianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sukses meraih karier menjadi penyanyi dangdut tidak membuat Lia Camella
lupa diri. Dara yang akrab disapa Lia itu memiliki kisah pilu yang sempat
membayangi perjalanan hidupnya.
 Bahkan jalan terjal dan berliku, Lia rasakan
saat mencoba peruntungan di dunia tarik suara.

Berbekal bakat turunan dari sang ibu yang memiliki hobi menyanyi dangdut
dan sang ayah yang memang memiliki fasilitas untuk bernyanyi, tak sulit bagi
Lia untuk mengenal musik meski usianya baru empat tahun kala itu.

Beranjak remaja semakin banyak tawaran yang datang untuk mengisi diberbagai
acara di kampung halamannya, dan hal ini cukup menghasilkan pundi rupiah yang
Ia gunakan untuk membantu kebutuhan keluarga dan sekolah. Selepas peninggalan
sang ayah, Lia semakin bertekad untuk membantu perekonomian keluarga dengan
talenta yang ia miliki.

Getir terpahit pun pernah Lia rasakan, saat dirinya diminta mengisi sebuah
acara musik di pedalaman kota Banjarmasin.

“Saya juga pernah Nyanyi dua malam tidak dibayar sepeser pun dari salah
satu EO, dengan alasan penjualan tiket tidak balik modal, sehingga saya
dikorbankan. Padahal perjalanan yg ditempuh itu sangat luar biasa jauhnya untuk
ke daerah Kalimantan Tengah Pelosok yg hanya bisa ditempuh dgn naik
mobil,bahkan jalan yg dilalui pun hutan,serta berlumpur. Hingga mobil sampai
keperosok tidak bisa jalan dalam posisi ditengah – tengah makam yang tidak ada
penerangan jalan sama skali. Dengan rasa sangat takut harus berdiam diri
ditengah hutan sambil menunggu bantuan dari orang yg lewat. Saya hanya bisa
mengikhlaskan, karena saya yakin Allah akan membalas pengorbanan dan perjuangan
saya,” Tutur dara berparas cantik dengan mata berkaca, saat ditemui di salah
satu Mall di kawasan Senayan Kamis (17/03/2016)

Lia menambahkan “Panas, hujan, mogok, ban bocor, tidak pernah membuat saya
patah semangat untuk terus mencari uang dan terus meningkatkan kemampuan saya
dalam bernyanyi,”

Tahun 2008, kesempatan besar datang, ajang pencari bakat musik dangdut
hadir mencari bibit bibit baru di Kalimantan. Gadis bernama asli Noorlia Evita
Sari yang kala itu masih duduk di bangku SMA kelas 2, mengikuti audisi KDI 5
untuk wilayah Kalimantan. Namun sayangnya saat itu dirinya hanya mampu lolos
hingga ke tahap 50 besar untuk wilayah Banjarmasin.

Seperti tertantang, bukan surut melainkan semangat yang datang, pada tahun
2009 Lia kembali mendaftarkan dirinya untuk kembali ikut audisi dalam ajang
pencari bakat KDI6. Lain seperti KDI 5, kali ini ia mampu lolos hingga 5 besar
untuk mewakili wilayah Kalimantan keseluruhan. Lia yang saat itu masih sekolah,
mendapatkan izin dari pihak sekolah SMAN 3 Banjarmasin untuk terbang ke Jakarta
dan mengikuti proses karantina. Bahkan Lia diberikan kesempatan untuk mengikuti
ujian susulan, karena pada masa itu bertepatan dengan berlangsungnya Ujian
Akhir Sekolah.

Namun sayang di audisi kali ini Lia kembali harus berbesar hati karena
hanya mampu bertahan hingga babak 22 besar. Tak disangka kegagalannya justru membuat
nama Lia semakin dikenal sebagai seorang penyanyi. Terbukti dengan banyaknya
job offair yang ia dapatkan, bahkan Lia kerap diundang untuk mengisi berbagai
acara sebagai bintang tamu.

Terus dan terus tak patah arang, Lia tak pernah bosan dan malu untuk ikut
dalam ajang pencari bakat. Pada tahun 2011, gadis berparas cantik ini ikut
dalam program varietyshow musik di salah satu televisi swasta, yakni Tarung
Dangdut. Kala itu Lia usung beradu bakat dengan pedangdut senior Erni AB.

“ waktu itu aku ditantang untuk melawan pedangdut senior Erni AB.
Alhamdulillah saya dapat nilai 50:50 alias seri menurut penilaian dewan juri.
Dan Alhamdulillah saya membawa pulang hadiah uang sebesar 22,5 juta rupiah,” Kenangnya
haru.

Talenta yang sudah terbawa sejak lahir memang tak mudah untuk dilunturkan. Tajam
kerikil dan jalan berkelok yang dilalui, akhirnya Tuhan memberi jalan, Lia
dipertemukan dengan seorang produser musik.

“Karena hobi saya yang suka mengupload video saat saya bernyanyi ke
youtube, dari situlah saya dilirik salah satu Produser di Jakarta yg meminta
saya untuk bernaung di Management sebagai Artisnya. Saya pun berfikir untuk
mencoba mengubah nasib dan Menyetujui Permintaan Produser Tersebut,” ujarnya

Dengan Restu Mama serta keluarga besar, Lia berngkat ke Ibu Kota seorang
diri. Dengan berbekal doa, restu dan perjalanan berliku, Lia pun akhirnya
menandatangani kontrak kerja sama dengan sebuah management selama dua tahun.
Singel perdananya yang bertajuk “Pokoknya Mantap”, menjadi babak baru kisah
perjalanan karir Lia.

Bukan untung diraih, kembali dirinya merasakan pedih, saat Lia merasa tak
nyaman. Pasalnya kala itu Lia merasa tak di urus dan tidak mendapatkan
kepastian dari Label tempatnya bernaung.

“Berjalannya waktu ada beberapa hal yang membuat saya merasa tidak ada
kepastian serta rasa ketidak nyamanan, Jadi saya memutuskan untuk melepaskan
diri dari management tersebut. Sampai saya mencari Bantuan pengacara, untuk
membantu masalah hukum yg ditimbulkan atas pilihan saya lepas dari management
itu,” Ucapnya getir.

Pilu dan Duka, akhirnya berbuah indah atas kesabaran yang Lia pupuk. Sang
Khalik pun tak tinggal diam atas air mata yang jatuh selama Lia berjuang. Lia
dipertemukan oleh seorang pengacara yang peduli akan nasibnya sebagai penyanyi
dangdut yang kerap tak diperhatikan. Lewat cerita yang disampaikan, terkulik
hati sang pengacara untuk membantu Lia tanpa pamrih.

“Alhamdulillah saya Dikasih Rezeki Lagi dibikin kan satu Single berjudul
“Mungkin Dia Lelah”, serta promosi tanpa biaya sepeserpun dari
pengacara tersebut. Dan di lagu ini saya memilih konsep panggung Catwoman yang
memakai costume serba hitam, dengan ciri khas “GOYANG PECUT”.[lou]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 5 =

Rekomendasi Berita