LJSI : Secara Akseptabilitas Dan Kapabilitas La Nyalla Mataliti Posisi Tertinggi Berpotensi Maju di Pilgub Jatim

Berita1800 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Jelang Pilgub Jawa Timur tahun 2018 nanti, berdasarkan hasil survei jajak pendapat LJSI (Lembaga Jaringan Suara Indonesi) mengukur popularitas dan akseptabilitas serta tingkat keterpilihan sejumlah nama tokoh bakal calon gubernur Jawa Timur dengan tema ‘Suara Masyarakat Jawa Timur Memilih Gubernur Jawa Timur 2018-2023’, yang digelar pada 3 -10 Agustus 2017 mencakup sejumlah 29 Kabupaten dan 9 Kota di Jawa Timur, gunakan metode wawancara tatap muka 1.613 responden yang sudah memenuhi hak pilih.
Adapun sampel dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling, sedangkan margin of error survey sebesar +/- 2,44 persen dan tingkat kepercayaannya sebesar 95%. Responden dalam penelitian survei ini terdiri dari masyarakat umum, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh Pemuda, dimana responden dalam penelitian ini, sebagian besar adalah masyarakat umum, yaitu sebesar 89.90%, kemudian diikuti sebesar 5.60%, selebihnya adalah tokoh agama, sebesar 2.10% dan tokoh pemuda/politis sebesar 2.40%.
Fahrurizal Fan .Sip, Lembaga Jaringan Suara Indonesia mengemukakan berdasarkan tingkat Popularitas Tokoh, bahwa Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim) Tingkat Popularitasnya 71,2% , Nur Hayati Ali Assegaf (anggota DPR RI) Tingkat Popularitas 41,2%, dan Nurwiyatno (inspektur Pemprov Jatim) Tingkat Popularitas nya 42,1%.
“Kemudian, La Nyalla Mattalitti (Ketua Kamar Dagang dan Industri Jatim), tingkat popularitasnya 74,3%% serta Komisaris Besar Polisi Syafi’in (Analis Kebijakan Madya Bidkum Mabes Polri) tingkat popularitasnya 39,2%, dan tingkat Popularitas Khofifah Indar Parawangsa yang sudah dua kali menjadi cagub Jatim yaitu 76,2%, sedangkan Tri Rismaharini walikota Surabaya memiliki Tingkat Popularitas 70,4.%,” paparnya.
Sedangkan dari sisi tingkat akseptabilitas tokoh oleh Masyarakat Jawa Timur, menurut hasil jajak pendapat Lembaga Jaringan Suara Indonesia menjelaskan tingkat akseptabilitas La Nyalla mencapai posisi tertinggi dibandingkan tokoh lainnya yaitu 85,2% ,dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hanya mencapai posisi 72,3%.
“Itupun dibawah tingkat Akseptabilitas walikota Surabaya Tririsma Harini yaitu 74,3% dan disusul Khofifah Indar Parawangsa 73,8%, sedangkan tokoh lain masih dibawah 60%, seperti Nur Hayati Ali Assegaf 57,3%,Nurwiyatno 54,2%, Syafiiin 42,3%, Abdullah Azwar Anas 58,3%, Agus Harimurti Yudhoyono 48,2%, Djarot Syaiful Hidayat 59,2%,” paparnya.
Sementara dari tingkat Kemampuan ( Kapabilitas ) para tokoh, tingkat Kemampuan para tokoh menurut responden mewakili publik Jawa Timur terhadap para tokoh dianggap mampu memimpin Pemprov Jawa Timur dihubungkan dengan keinginan masyarakat berkaitan permasalah Ekonomi dan Sosial yang dialami oleh masyarakat, Kemuka Fahuruzal terkuak bahwa La Nyalla Mataliti adalah Tokoh yang paling dianggap mampu untuk mengatasi persoalan ekonomi Dan Sosial di masyarakat Jatim.
“Tergambar dalam jawaban Responden yang memberikan skor Kapabilitas sebesar 86,4% untuk La Nyalla Mataliti, sedangkan Khofifah Indar Parawangsa memiliki skor Kapabilitas sebesar 82,1%, Tri Rismaharini sebesar 80,3%,dan Syaifulloh Yusuf sebesar 78,3%, Djarot Syaiful Hidayat 78,1%, Abdullah Azwar Anas 70,3%, Nurwiyatno sebesar 60,2%, Nur Hayati Assegaf 57,8 persen ,Agus Harimurti Yudhoyono 52,3 persen Dan Syafiin 46,7%,” kemukanya.
“Terungkap bahwa Petahana Wakil Gubernur Jawa Timur selama ini tidak terlalu banyak ikut serta dalam mengambil keputusan dalam pemerintahan pak de Karwo sehingga Masyarakat Jawa Timur meragukan kemampuan Syaifulloh Yusup jadi Gubernur Jawa Timur,” jelasnya.
Kemudian, dalam pertanyaan secara mendadak pada Responden terkait dengan ‘Siapa Tokoh yang jadi pilihan Responden Untuk Gubernur Jawa Timur , tanpa memberikan nama tokoh dan gambar tokoh serta latar belakang Tokoh,’ Ujar Direktur Lembaga Jaringan Suara Indonesia maka secara spontan jawaban Responden seperti demikian yang Memilih Tri Rismaharini 20,6 persen ,La Nyalla 20,5 ,Khofifah Indar Parawangsa 16,6 persen ,Syaiffuloh Yusup 9,3 persen,Djarot Syaiful Hidayat 4,4 persen ,Abdullah Azwar Anas 4,3 persen, Dan Nurwiyatno 3,2 persen ,Agus Harimurti Yudhoyono 1,7 persen,Nur Hayati Assegaf 1,6 persen Dan Syafiin 1,1 persen dan responden yang tidak memberikan jawaban sebanyak 16,7 persen.
“Hasil jawaban Survei menunjukkan sebanyak 26,3 persen memilih La Nyalla dengan alasan kemampuan La Nyala sebagai Pengusaha dan keterlibatannya di KADIN dan organisasi organisasi Sosial dapat mampu meningkatkan kesejahteraan Ekonomi Masyarakat, dan yang akan Memilih Syaifulloh Yusuf Hanya 9,1%,” ungkapnya.
“Imbas dari ekonomi Masyarakat yang nampaknya makin sulit selama dalam kepemimpinan Sukarwo- Gus Iful, dan Tri Rismaharini akan dipilih sebanyak 17,2 persen dianggap belum mampu untuk memimpin Provinsi Jawa Timur ,dan disarankan untuk tetap mengurus Kota Surabaya oleh Responden,” jelasnya menuturkan data survey jajak pendapat responden warga JaTim.
Sementara Khofifah Indar Parawangsa dipilih sebanyak 20,3 persen ,Djarot Syaiful Hidayat 4,8 persen ,Abdullah Azwar Anas dipilih sebanyak 4.6 persen ,Nurwiyatno 2,3 persen ,Nur Hayati Assegap 2.2 persen ,Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen dan Syafiin 1,1 persen dan yang Tidak menjawab sebanyak 10,3 persen. 
Dengan demikian maka Syaifulloh Yusuf akan sulit untuk bisa terpilih sebagai Gubernur karena harapan masyararakat Jawa Timur tidak ada dalam sosok dan kemampuan Gus Iful untuk menjadi Gubernur Jawa Timur ,Dimana Masyarakat rata rata mengalami Ekonomi Keluarga nya menurun dan terkena korban PHK ,serta lesunya sektor kerja informal di desa desa Jawa Timur,” tutupnya.[Nicholas]

Comment