by

Lulu Nugroho: Sibuk

Lulu Nugroho

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Musuh-musuh Islam sibuk. Orang beriman pun sibuk. Pilihlah
kesibukan yang mana yang ingin kita lakukan. Apakah sibuk seperti musuh-musuh
Islam. Atau kesibukan seperti yang dilakukan para pejuang kebangkitan Islam.

Setiap orang diberi jatah waktu yang sama oleh Allah, yaitu
24 jam sehari. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu. Sebab itulah yang
akan kita pertanggungjawabkan nanti. Bersibuk-sibuk dalam kebaikan akan
mendapat jannah. Sibuk dalam dosa dan permusuhan, akan berakhir dalam kehidupan
panjang di neraka.
مِنْ عِنْدِ
رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ
شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا
أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat
dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu):
tentang umurnya untuk apa ia habiskan,
tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan,
tentang hartanya dari mana ia dapatkan,
dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan
serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang
dimilikinya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam
al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh
Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)
Kekuatan yang dimiliki musuh-musuh Islam hendaknya tidak
membuat kita menjadi berkecil hati. Sesungguhnya mereka pun dalam pengawasan
Allah. Yang baik diuji, yang buruk pun berada dalam ujian. Semua kelak harus
memberi hujah di hadapan Allah. Pada hari dimana matahari hanya berjarak
sejengkal. Dan ketakutan yang luar biasa menghinggapi manusia.
Sekalipun terlihat musuh-musuh Islam sangat kuat. Sesungguhnya
Allah lebih tak tertandingi. Musuh-musuh itu, rapuh. Ikatan mereka mudah lepas.
Mereka bisa saling menerkam satu sama lain. Sebab masing-masing memiliki
kepentingan. Dan kepentingan yang buruk tidak akan mendapat rida Allah. Betapapun
kuat mereka memperjuangkannya.
Musuh itu seakan bersatu padahal hati mereka bercerai-berai,
لَا
يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَاءِ جُدُرٍ
ۚ بَأْسُهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ ۚ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّىٰ ۚ
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ
“Mereka tidak
akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung
yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah
sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah.
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak
mengerti”.
(Al Hasyr : 14).
Tetaplah selalu terikat dalam tali agama Allah. Jangan
tercerai berai. Kita ini satu tubuh, ummatan wahidatan. Sakit di salah satu
bagian tubuh, dirasakan oleh bagian yang lain. Oleh sebab itu eratkan ukhuwah sesama
muslim.
Kuatkan akidah. Istiqomah dalam Islam. Perbaiki uslub dakwah.
Masing-masing memiliki jalan perjuangan yang berbeda-beda. Tingkatkan terus
kemampuan kita, niatkan untuk kontribusi dalam kebangkitan umat. Terus
memperbanyak dan memperkaya tsaqofah Islam. Kemenangan tinggal sesaat lagi. Kemenangan
Islam tak lama lagi.
“Allah Subhanahu
wa Ta’ala telah menghimpun (mengumpulkan dan menyatukan) bumi ini untukku. Oleh
karena itu, aku dapat menyaksikan belahan bumi Barat dan Timur. Sungguh
kekuasaan umatku akan sampai ke daerah yang dikumpulkan (diperlihatkan)
kepadaku itu”.
Imam Muslim (8/171), Imam Abu Daud (4252), Imam Turmudzi
(2/27) yang menilainya sebagai hadits shahih. Imam Ibnu Majah (2952) dan Imam
Ahmad dengan dua sanad. Pertama berasal dari Tsaubah (5/278) dan kedua dari
Syaddad bin Aus (4/132), jika memang haditsnya mahfuzh (terjaga).
Mereka akan terus sibuk. Kita pun sibuk. Pastikan kesibukan
kita di jalan Allah. Yuk kita terus baca “Shalawat Asyghil”:
Ya Allah, limpahkanlah Shalawat kepada Junjungan kami Nabi
Muhammad. Adu dombalah orang-orang zhalim dengan sesama orang-orang zhalim.
Hindarkanlah kami dari kedzaliman mereka dalam keadaan selamat. Limpahkanlah
keselamatan kepada seluruh keluarga Nabi dan para sahabatnya. Al Islaamu ya’lu wa laa yu’laa alaihi .

Lulu Nugroho, muslimah Revowriter Cirebon.

Comment

Rekomendasi Berita