by

Membangun Dogiyai Dengan Cinta Kasih

Foto/Musa Boma/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, PAPUA- Lebih mulia mengasihi orang yang membenci kita dan mengajarinya cinta kasih. Begitulah kata Dumupa Odiyaipai dalam akun facebooknya, Sabtu (4/08/2018). 
Atas nasehat Injil ini, ada banyak tanggapan dan komentar yang produktif dan inspiratif dari kalangan intelektual Meepago di Dogiyai. Kesemua tanggapan itu mencerminkan dukungan mereka buat Bapak Bupati Dogiyai dalam membangun Dogiyai Bahagia.
Kebahagiaan tersebut menurut sejumlah sumber tadi dapat dibangun secara terfokus dan bulat melalui pendekatan cintah kasih tanpa pamrih, bukan cinta eros dan persaudaraan 
Konsep cinta yang didiskusikan sejumlah intelektual Meepago melalui akun facebooknya itu dapat dilansir awak jurnalis Radarindonesia.com untuk memperketat sumbangan pemikiran mereka demi pembangunan kebahagiaan Dogiyai. Demi kebahagiaan Dogiyai, seorang intelektual Meepago dari antara mereka yakni Longginus Pekey sempat mengkonstruksi betapa pentingnya membangun Dogiyai melalui cinta tanpa pamrih. Pekei menegaskan, Dogiyai Bahagia dapat dibangun melalui mencinta kepada yang para musuh pemerintah dan masyarakat. 
“Dilarang berfokus pada orang yg menbenci kita. Yang penting lakukan yang terbaik dengan tulus. Kemuliaan, keharuman nama, nama besar hanya bisa didapat oleh mereka yang punya cinta. Tetap berbuat baik pada yang membenci kita,” tulis Pekei dalam lembaran komentarnya di halam akun facebook milik Dumupa. 
Pekei juga menegaskan, Bupati Dogiyai dalam membangun pembangun kebahagiaan rakyatnya lembih fokus memberi perhatian kepada anak-anak gelandangan yang selama 10 tahun tidak pernah mendapat perhatian serius dari orang tua dan pemerintah.
Mereka (anak-anak gelandangan) biasanya tidak lagi disukai masyarakat dan pemerintah. Sebagai Bupati Dogiyai, kata pekei, Dumupa wajib perlu setia mendengarkan keluhan masyarakak termasuk anak-anak gelandangan, yatim piatu dan berusaha mengangkat derajat sosial ekonomi masyarakat. Ini sasaran utama cinta kasih dari seorang Bapa di Kabupaten Dogiyai bagi mereka,” tegasnya.
Lucky pigai juga dari kalagan intelektual ini pun sempat menekankan betapa pentinganya menutaman pendekatan kasih dalam membangun Dogiyai bahagia. 
“Itu yang betul. Itu penting karena mengangkat martabat manusia di permukaan kehidupan pemerintah dan masyarakat umum,” singkatnya.
Sementara itu Ketua Dewan Adat Daerah Istimewa Tota Mapiha Marthen Petenet Iyai mentakan, dalam membangun Dogiyai Bahagia wajib perlu didasarkan pada kebenaran, dijiwai oleh nilai kasih, didorong oleh nilai kedamaian dan dilaksanakan dalam kebebasan dan kesatuan. Inilah yang seharusnya diadakan, dihayati dan dilasanakan oleh pemerintah dan masyarakat demi menciptakan Dogiyai bahagia. 
Sehari sebelumnya, para intelektual yang terhimpun dalam Solidaritas Rakyat Papua Peduli Budaya Mee (SRPBM) di Dogiyai mengapresiasi kepada Bupati Dogiyai yang sesuai janjinya telah menetapkan perda tentang miras pada anggaran perubahan anggaran 2018. Perda tentang miras yang dilakukan Bupati, kata massa aksi demo damia, merupakan wujud konkret dari perjanjian pemerintah cinta kasih Bupati terhadap rakyat dan alam Dogiyai demi kebahagiaan sejati. 
“Kami solidaritas memberikan aperesiasi kepada Bupati, Wakil Bupati dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dogiyai atas upaya kerja keras sesuai janjinya dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Akhirnya pemerintah telah berhasil melahirkan perda tentang miras dalam sidang paripurna demi keselamatan generasi penerus anak muda di Kabupaten Dogiyai,” kata Boma dalam orasinya pada Sabtu 4/08/2018 di Gedung DPRD Dogiyai.”Pungkasnya. [Musa Boma]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =

Rekomendasi Berita