by

Membangun Legitimasi Etis Dalam Praktek Demokrasi (II)

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Harapan terhadap  demokrasi adalah : turut
memberikan kesempatan dan kemudahan yang luas kepada masyarakat, para pelaku
bisnis, aktivis LSM, media, untuk turut serta dalam proses  membentuk
kinerja bangsa. Ada anggapan, bahawa tanpa demokrasi rasanya sulit untuk
mencapai kemajuan termasuk juga dalam penegakan dan pembangunan hukum yang
berbasis keadilan.
Greener colours represent more democratic countries[2].
Full
democracies:
  9.01-10.00
  8.01-9.00
Flawed
democracies:
  7.01-8.00
  6.01-7.00
Hybrid
regimes:
  5.01-6.00
  4.01-5.00
Authoritarian
regimes:
  3.01-4.00
  2.01-3.00
  0.00-2.00
Ukuran – ukuran diatas tentu dengan mengandaikan,
bahwa segenap proses perwujudan demokrasi telah berlangsung dengan
kaidah-kaidah intrinsik demokrasi itu sendiri yaitu terbuka, jujur
dan adil
Praktek demokrasi merupakan rangkaian proses yang harus
jelas tahapan ujung-pangkalnya, dan ujung-ujungnya adalah munculnya
kepemimpinan berbasis demokrasi dan berlanjut dengan lahirnya  berbagai
kebijakan publik. Memunculkan kepemimpinan demokratis tidak bisa dipisahkan
dengan kualitas proses praktek demokrasi itu sendiri. 
Semakin berkualitas
praktek demokrasinya semakin berkualitas kepemimpinan yang dilahirkannya. Pada
tahap ini maka kualitas pemilu merupakan tahapan paling krusial. Pemilu yang
hakekatnya diselenggarakan dalam rangka mewujudkan  nilai – nilai
 kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan demokratis, diperlukan
sebagai cara untuk memilih wakil yang akan mewakili rakyat dalam menjalankan
roda pemerintahan suatu negara selama jangka waktu tertentu. Semakin terbuka,
jujur dan adil suatu proses pemilu semakin berkualitas kepemimpinan yang akan
dilahirkannya.[bersambung]
Penulis: Prasetyo Sunaryo, ir., MT,
Paradigma Riset Institute, 2016

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =

Rekomendasi Berita