Menang Lomba Robotik Internasional, Daffa Maheswara Wiryawan Harumkan Nama Indonesia

Berita1624 Views
Daffa bersama tim saat mengikuti lomba International Youth Robotic Competition(IYRC) 2017 di Genting International Covention Centre, Malaysia, 2-5 Agustus 2017. [Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menyambut Kemerdekaan 72 Republik Indonesia, Daffa Maheswara Wiryawan, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Pondok Pinang, Jakarta Selatan yang berasal dari Depok dan timnya (Emir Faiz Assalam, Putri dan Teguh) menorehkan nama bangsa Indonesia di pentas lomba International Youth Robotic Competition(IYRC) 2017 di Genting International Covention Centre, Malaysia, 2-5 Agustus 2017. 

Kompetisi roboti tingkat internasional ini merupakan ajang adu keterampilan dalam mendesain, merakit dan memprogram robot yang bertujuan mengasah kreativitas bagi generasi muda. Melalui kompetisi ini diharapkan dapat mengembangkan pendidikan robotik di negaranya masing. 

Kompetisi antarbangsa kali ini di ikuti oleh lebih dari 900 orang dari 33 Negara yang terdiri dari kategori Junior dan senior.

Mengulang kesuksesan tahun sebelumnya pada ajang kompetisi yang sama di Korea, pada kompetisi IYRC di Malaysia ini Daffa Maheswara Wiryawan dan tim nya menyabet Juara 2 untuk kategori maker challenge (creative) dengan nama project “SCAMS”, Smart Car Attitude Monitoring System.

SCAMS, Smart Car Attitude Monitoring System sebagai projek yang digarap siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Pondok Pinang, Jakarta Selatan ini dapat mendeskripsikan sebuah kasus kecelakaan yang tidak diketahui penyebabnya. 

Proyek yang diciptakan Daffa bersama timnya ini tentu sangat membantu kepolisian mengetahui penyebab kecelakaan lebih mudah. SCAMS, sistem projek robot ini dapat mengkonfirmasi keluarga, rumah sakit dan polisi terhadap kecelakaan yang menimpa pemilik mobil. Hebatnya, SCAMS robotik karya anak bangsa ini didesain dengan coding yang segera memberi informasi lokasi mobil melalui telepon. Sistem kerja robotik ini tentunya akan memudahkan pihak polisi untuk mendeteksi secara lengkap penyebab dan lokasi peristiwa kecelakaan.

Saat dikonfirmasi melalui hubungan selular, Didik Tri Cahyono, orang tua Daffa, mengaku senang dan gembira dengan prestasi yang dicapai putranya itu. Meskipun kondisi keuangan yang tidak stabil, dirinya akan terus mendorong dan berusaha memfasilitasi apa yang menjadi cita-cita Daffa.

“Saya senang dan bahagia dengan prestasi Daffa yang berhasil mengantongi juara dua lomba International Youth Robotic Competition(IYRC) 2017 yang diselenggarakan di Malaysia.” Ujarnya kepada radarindonesianews.com, Selasa (8/8/2017).

Sebagai orang tua dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil, Didik, mengharapkan ke depan adanya bantuan pemerintah agar anak-anak yang membawa harum nama bangsa dan negara di pentas internasional melalui teknologi robot ini lebih mendapat perhatian. 

Dalam lomba sejenis yang dilaksanakan di Korea Utara, Daffa berhasil mengantongi juara pertama di dua jenis lomba, coding dan creative. Namun diakuinya, betapa berat biaya transportasi yang harus ditanggungnya. 
Prestasi Daffa di tingkat internasional sebelumnya, Medali Emas kategori Line Tracer dan medali perunggu kategori Aerial di Internasional Islamic School Robot Olympiad, Malaysia, Medali Emas kategori Aerial dan Medali perak kategori Maze Solving di Asian Junior Robocup, Malaysia dan terakhir, sebelum kompetisi IYRC 2017 ini menyabet juara 1 kategori Coding Mission dan juara 3 kategori Robot Creative di International Youth Robot Competition 2016, Daejon – Korea.

Kemampuan dan prestasi Daffa di tingkat internasional ini sudah pasti menjadi pembicaraan dunia dan oleh kaena itu, pemerintah, khususnya menteri pendidikan lebih memberi perhatian serius agar prestasi yang diraih tetap mengharumkan bangsa Indonesia.[GF]

Comment