by

Mengantisipasi Radikalisme dan Terorisme ini Pesan Abdurraman ayyub

Abdurrahman Ayub

RADARINDONESIANREWS.COM, KENDARI – Sebagai
mantan teroris yang terlatih di Afghanistan yang memiliki pemahaman dan
pengalaman dalam melakukan doktrin sesat  Abdurraman Ayyub  muncul
dengan membawa harapan, ilmu serta pengalaman yang sangat berharga bagi
bangsa indonesia dalam mengantisipasi serta mencegah munculnya terorisme di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara.


Abdurrahman menceritakan, awal mengikuti pahaman ini sejak
SMP dia sudah mengenal paham radikalis dan memang saat itu merupakan awal
dari proses mencari kebenaran.  


Lanjut cerita, setelah lulus SMP kemudian ikut  kelompok NII AÇEH, Jamah Imasjuki  Jamah Islamiah

“Saya menjalani paham ini Selama 5 tahun. Saya mulai berbaIat sejak
tahun 82 sampai 1999  di Australia  dan afganistan. Saya terlatih
di sana melawan Rusia,” ucapnya di sela sela acara Dialog Mencegah
Paham Radikal Terorisme Melalui Hukum Badan Nasional Penanggulangan
Terorisme (BNPT) dan Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT). 

 


Masih kata dia, namum sejak tahun 1999 saya diberi hidayah
oleh Allah SWT dan upaya saya dalam mencari kebenaran sehingga
muncul kesadaran menuju kebaikan. Pada tahun 2004 saya resmi
mendeklarasikan diri untuk keluar dari pahaman tersebut.


“Banyak hal yang membuat saya keluar dari paham dan tidak
bisa diceriitakan secara rinci namun yang  pertama, karena fatwah ulama
dari Madina kemudian hadits yang dipahami teman teman yang sudah
melenceng dari ajaran serta rencana teman teman yang ingin menghancurkan
Iindonesia melalui bom bunuh diri disertai dengan doktrin yang sangat
menentang dari pemikiran saya yaitu mengkafirkan dan menghancurkan orang
serta memerangi manusia yang tak berdosa.” Ujarnya.


Lanjutnya, hal tersebut  terbukti dengan bom Bali 1 bom 
bali 2, itukan bahaya ekonomi hancur sosial dan  manusia terbunuh begitu
saja.


“Hal ini membuat  keamanan tidak kondusif dan kalau kita tidak
aman negeri ini akan hancur dan musuh islam akan menertertawakan kita 
maka wajib bagi semua kalangan untuk menjaga dan memeragi pahaman
radikalisme yang berujung pada tahapan terorisme.” pungkasnya.


Masi kata dia, yang saya tidak sepakat adalah Saudi juga
dibilangkan kafir sementa di sana jelas jelas adzan dikumandangkan tiap
saat shalat lima waktu kemudia idul fitri puasa ramadhan dan bayar zakat
dilksanakan tapi masih dikatakan kafir, kan itu kesalahan, kalau Amerika
dan Australia itu wajar.


Saat ditanya oleh wartawan apakah pernah membunuh secara
langsung ia mengatakan, belum pernah membunuh secara langsung tapi kalau
dalam perang itu pasti terjadi.

“Kalau langsung  membunuh orang tidak, saya kan maunya  perang bukan bom dan di indonesia kan belum perang”paparnya.


Dari pengalaman yang didapat dan dilaluinya, dia
mengharapkan kepada masyarakat khususnya pemuda dan pemudi untuk selalu
hati hati dengan doktrin yang disampaikan oleh orang orang yang tidak
dikenal.

Kemudian hati hati kalau ada ajakan rahasia gurunya rahasia, hati hati dengan pemahaman mudah mengkafirkan orang.

“Kalau  ada kelompok seperti itu cari tau dimana siapa, panggil dialog
atau buat forum hadirkan ulama ustadz yang memiliki pengetahuan agama dan
bisa dipercaya ilmunya.” tambahnya.


Doktrin mempunyai dua prinsip, mengkafirkan membuat
kerusakan dan memerangi manusia. Hal itu bisa dilakukan  di semua
kalangan, keluarga, sekolah dan pemuda.


Saya juga diundang di berbagai kalangan untuk berbagi
pengalaman memberikan pemahaman supaya anak mudah tidak cepat
terpengaruh.


Dari pengalam itu kata dia, banyak sekali pelajaran dan
hidayah yang saya dapatkan dan itu kewajiban saya dalam meng8ngatkan
semsama manusia khususnya kaum muslim.

Saya sudah mengajar ke arah yang buruk maka saya harus mengajar ke arah
yang baik yaitu rahmatan lillalamin, Islam yang membawa kedamaian. (ardi )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × two =

Rekomendasi Berita