by

Mewaspadai Mafia Peradilan Dalam Sidang Warsan dan Uding

Warga sekitarpun tak rela Udin dan Warsan dizhalimi.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Skandal Tuduhan Pencurian Air PALYJA terhadap Warsan dan Uding telah memasuki tahap sidang Pembelaan (Pledoi). Sebelumnya, meski dianggap tak berdasar dan lemah namun Jaksa terbilang nekat, tetap menuntut Warsan dan Uding masing-masing 2 Tahun pidana.

Dari kiri ke kanan, Warsan, Kuasa Hukum Danang dan Dian Wibowo, serta Uding. Mereka siap melakukan gugatan perdata dan pidana atas kasus tuduhan yang dianggap tak berdasar. (Foto: Dok.Berita360.com)

“Jaksa terbilang nekat menuntut Warsan dan Uding 2 tahun Pidana, padahal unsur pidananya tidak terpenuhi bahkan tidak ada bukti-bukti dan saksi yang membuktikan jika warsan dan Uding mencuri. Kami mewaspadai indikasi adanya permainan paket seperti dalam kasus Saiful Jamil.” Ujar Dian Wibowo, SH kuasa hukum Warsan Uding kepada Berita360.com, Rabu (22/6/2016).

Dian mengaku takjub dengan keberanian Jaksa yang tetap menuntut kliennya. “Semua orang tau bahwa Klien kami tidak bersalah. Sebab yang namanya pencurian air itu adalah adanya “Pipa T” sebelum meteran. Namun di persidangan terungkap semua saksi tidak bisa membuktikan Tuduhan PALYJA bahkan saksi-saksi PALYJA cenderung meringankan Warsan dan Uding.

“Jadi ada apa dengan Jaksa? Harusnya mereka membebaskan klien saya dengan bebas Murni.” ujar Dian. Dan perkara ini akan sangat mempengaruhi karir Jaksa.

Dia menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawasi semua pihak terkait di PN Jakarta Utara ini agar para Mafia Hukum tak merugikan kliennya. “Jangan sampai kasus Suap dalam perkara Saiful Jamil ikut bermain dalam sidang ini.” Tegas Dian.

Dia dan kliennya, Warsan dan Uding akan terus melakukan perlawanan terkait dengan tuduhan yang tidak berdasar.

“Atas dasar itulah kami siap melakukan gugatan perdata dan pidana terhadap mereka yang nyata-nyata telah berbuat zholim terhadap klien kami. Jangan bodohi masyarakat dengan tindakan zholim. Klien saya tidak bersalah dan harus dibebaskan murni.” tegas Dian.

Seperti diketahui, Kriminalisasi atas Uding dan Warsan yang dilakukan oleh PT. PAM Lyonaise Jaya (PALYJA) telah menimbulkan polemik bagi warga Muara Baru akibat sebuah sistem koorporasi yang secara makro diduga telah memanipulasi jumlah tagihan dan denda kerugian dengan tuduhan keji dan tak bermartabat yang terindikasi menggunakan MODUS tangkap tangan dan dalih “Kebocoran”.

Atas dasar itu, Kuasa hukum Uding dan Warsan, menuding adanya dugaan Konspirasi dari skandal pencurian berlatar fitnah atas Harga diri dan Kehormatan Warsan dan Uding tersebut yang dibuat oleh Perusahaan PT. PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) melalui analisa dan perkiraan yang tak bisa dibuktikan oleh saksi-saksi di Pengadilan.

Sebelumnya Warsan dan Uding telah ditangkap, dipenjara 3 bulan dan didenda kerugian hingga ratusan juta rupiah hanya karena Kepala Seksi Tim Penanganan Illegal PALYJA, Amos Harianja menganalisa dan memperkirakan Warsan dan Uding mencuri air hanya karena melihat adanya PIPA yang dianggap ilegal dirumah keduanya padahal PIPA tersebut bukanlah pipa milik PALYJA. (Hw360)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =

Rekomendasi Berita