Milad FPI Ke-19 : Berjuang Membela Agama Dan Negara.

Berita1184 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  FPI hadir diilhami dan diprakarsai oleh Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab dan didukung oleh para Habaib, alim ulama, aktivis pergerakan, para pejuang dan umat Islam Indonesia pada tanggal 25 Robiuts Tsani 1419 Hijriyah bertepatan dengan 17 Agustus 1998 Miladiyah. 
Visi dan Misi FPI, yaitu berada dalam empat Pilar Perjuangan yang meliputi Da’wah, Hisbah, Jihad dan Penegakan Khilafah yang berorientasikan Islam Kaffah dan Rahmatan lil alamin. 
Visi Misi FPI dibangun dan disosialisasikan di tengah bangsa dan masyarakat semata mata untuk kejayaan Agama dan Negara.

Hadirnya FPI di tengah kehidupan masyarakat, bangsa dan negara menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan baik skala nasional maupun Internasional.

Tidak heran kalau seluruh pandangan diarahkan kepada gerakan FPI yang notabenenya organisasi baru muncul tetapi tampil dengan pola dan model perjuangan yang berbeda dengan ormas-ormas yang sudah ada. 

Itulah yang menjadi sorotan dari berbagai pihak karena kehadiran FPI dianggap sebagai sebuah organisasi yang militan, tersistem, terstruktur, terarah,berkarakter, berprinsip, tegas, cerdas, berkeadilan, profesional, bermartabat san beradab. 
Sehingga manusia yang berfikir positif akan memandang kehadiran FPI positif bagi Agama Bangsa dan Negara. Tetapi bagi manusia yang berpikiran picik, kerdil dan negatif akan berpandangan FPI tidak proporsional.

Dalam kiprahnya perjalanan dan perjuangan yang dilakukan FPI banyak menghadapi tantangan, ujian, cobaan, cemoohan, hinaan, cibiran dan fitnahan.

Upaya pembusukan, pembunuhan karakter, kriminalisasi dan lain sebagainya menjadi menu harian bagi para aktifis dan pejuang FPI itu sendiri.
Tidak heran kalau para pengurusnya harus mengalami pembunuhan, pemenjaraan dan pengusiran bahkan berujung pada pembubaran FPI itu sendiri. Itulah resikonya sebuah perjuangan sebagai Sunnatulloh yang dicontohkan oleh Nabi SAW. 

Tahun ini FPI genap berusia 19 Tahun dalam miladnya dan ini semua merupakan karunia dan rahmat Allah SWT. 
Milad ke-19 FPI tahun ini sangat bersejarah yakni tidak dihadiri oleh Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab selaku Imam Besar karena beliau sedang menghadapi kriminalisasi yang sangat dahsyat. 
Segenap pengurus, aktivis, simpatisan, dan keluarga besar FPI serta umat Islam Indonesia tidak membuat surut dalam menapaki medan terjal perjuangan, nilai juang, semangat dan militansi tetap bergelora dengan semboyan “Hidup Mulia atau Mati Syahid”. 

Estafet kepemimpinan, kaderisasi dan regenerasi tetap berjalan secara alamiyah meskipun para pengurusnya dibunuh, dipenjara, diusir dan dikriminalisasi,perjalanan jihad tetap berjalan.

Selamat milad FPI Ke-19, semoga Keluarga Besar FPI dan Umat Islam Indonesia tetap menjaga soliditas, keikhlasan, kesabaran, militansi, ukhuwah, dan istiqomah. 

FPI dan NKRI tetap jaya dalam naungan Rahmat Allah SWT. Hidup Mulia atau Mati Syahid. Pekerjaan Rumah (PR) FPI yang sedang dihadapi sekarang guna mancari solusinya adalah menghadapi kapitalisme global, kebangkitan komunis gaya baru, kriminalisasi ulama dan aktivis, eksploitasi sumber alam dalam negeri oleh Asing dan Aseng, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme, masalah utang luar negeri yang membengkak, gurita maksiat, munkarot dan kebathilan.[]

Penulis:
KH. DR. Tb. Abdurrahman Anwar,SH., MA. 
(Anggota Majelis Syuro DPP FPI) 

Comment