by

Nida Ocktadiana: Legalisasi Aborsi Tak Menyentuh Akar Persoalan

Nida Ocktadiana, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pernahkah mendengar kasus aborsi? sepertinya kasus aborsi atau mengugurkan kandungan dengan sengaja sudah tidak asing di telinga kita, bisa kita lihat fakta hari ini begitu banyak pemberitaan kasus aborsi di media masa,mirisnya kasus aborsi ini banyak di lakukan oleh remaja perempuan akibat pergaulan bebas sehingga banyak yang hamil di luar nikah lalu mencoba menghilangkan nyawa janin yang ada di dalam kandungannya sendiri dengan cara aborsi. 
Lalu bagaimana jika aborsi dilakukan karena maraknya pemerkosaan/incest pada perempuan, tahun 2014 lalu pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang mengizinkan perempuan korban perkosaan melakukan aborsi. Legalisasi aborsi pada kasus ini jelas tidak layak di jadikan solusi, bagaimanapun tindakan aborsi itu sangat tidak pantas di lakukan,dan yang dikhawatirkan pada legalisasi aborsi ini justru menjadikan masyarakat akan meremehkan kasus pemerkosaan/incest karena merasa ada solusi ampuh yaitu “tinggal aborsi saja” , disamping itu dampak legalisasi aborsi juga di khawatirkan pelaku pemerkosaan tidak jera dan makin tidak takut untuk melakukan aksinya karena hasil perbuatannya dapat digugurkan.
Maraknya kehamilan tak diinginkan (KTD) akibat perkosaan/incest yang berujung pada aborsi adalah dampak sistem pergaulan liberalistik dan permissif yang mengagungkan kebebasan individu dalam hal berperilaku, beragama, berpendapat dan kepemilikan. Kebebasan individu ini lahir dari keyakinan/akidah sekularisme yang mencampakan peran agama dalam kehidupan.
Pergaulan seperti inilah yang mengantarkan kepada jurang kemaksiatan dan berujung pada tindakan-tindakan kriminal, kemudian lemahnya sistem hukum yang ada terhadap pelaku maksiat atau kejahatan makin menambah subur daftar kasus kriminal di masyarakat.
legalisasi aborsi,selain berdosa justru tak menyentuh akar persoalan melainkan memperpanjang permasalahan.
Islam telah memberi solusi tuntas terhadap maraknya pemerkosaan yang berujung pada KTD dan aborsi, dalam hal ini islam memiliki tindakan preventif dan seperangkat solusi, di antaranya : 
Larangan mendekati zina, Islam melarang mendekati aktivitas-aktivitas yang merangsang munculnya perzinaan (QS al-Isra’ [17]: 32). Misalnya melarang aktivitas berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa ada kepentingan yang dibolehkan syariah kemudian pendidikan dan media yang tidak menyuburkan bangkitnya jinsiyah. Wallahua’lam bishawab.[]
Penulis adalah aktivis dakwah remaja dan mahasiswi di salah satu PT di Karawang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 4 =

Rekomendasi Berita