P U L I H — Sebuah Perjalanan Menemukan Diri, Menerima Luka, dan Kembali kepada Allah

Resensi249 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA Ketika hidup terasa berat, kita butuh sesuatu yang lebih dari sekadar saran. Kita butuh teman perjalanan.

Tentang Buku Ini

Spesifikasi Buku

Judul: P U L I H

Penulis: Bunda Rai

Terbit: Juni 2025

Ukuran: 14 cm x 20 cm

Tebal: viii + 184 halaman

Harga: Rp80.000

Bonus: Bookmark eksklusif + gantungan kunci.

“P U L I H” adalah buku yang ditulis dengan ketulusan dan kejujuran penuh. Ia menghadirkan kisah-kisah nyata problematika manusia hari ini—kecemasan, kehilangan, tekanan hidup, hingga pergulatan batin yang sering tak terucap.

Disajikan dengan sentuhan psikologis dan refleksi spiritual, buku ini menjadi ruang aman bagi siapa pun yang sedang merasa rapuh.

Setiap halaman mengajak Anda bernapas lebih pelan, menenangkan pikiran, dan menyadari bahwa Allah tidak pernah menjauh, bahkan dalam masa paling gelap sekalipun.

Kenapa Buku Ini Layak Anda Miliki?

1. Ditulis dengan bahasa yang jernih dan menyentuh

Diksi yang sederhana tetapi tepat sasaran, menghadirkan pengalaman membaca yang hangat dan penuh kedekatan emosional.

2. Menghadirkan perspektif psikologi dan spiritual sekaligus

Memberi pemahaman baru tentang bagaimana luka bekerja—dan bagaimana cara kita berdamai dengannya.

3. Tidak menggurui, tetapi menemani

Anda tidak akan merasa dihakimi. Buku ini seperti teman baik yang duduk di samping Anda pada hari paling berat.

4. Memberi harapan tanpa melebih-lebihkan

Pulih memang melelahkan, tetapi selalu mungkin. Buku ini membuktikannya dengan cara yang lembut dan menenangkan.

5. Cocok untuk semua yang sedang berjuang

Buku ini pas untuk Anda yang sedang terluka, kehilangan arah, ingin mendekat kepada Allah, atau siapa pun yang ingin hidup lebih tenang dan berdaya.

Cuplikan Isi yang Menyentuh

“Kadang kita merasa Allah menjauh. Padahal kitalah yang terlalu sibuk mengurus luka hingga lupa mendongak mencari cahaya-Nya.”

“Proses pulih tidak menuntut kita kuat setiap hari. Ia hanya meminta kita untuk tidak menyerah.”[]

Comment