by

Para Pemimpin Agama Diskusikan Hidup Berdampingan Dan Solidaritas

Para pemimpin agama saat diskusi yang diselenggarakan WARP HWPl.[Breeana Jeong]
RADARINDONESIANEWS.COM, MAKASSAR – Diskusi dalam upaya mencapai perdamaian berdasarkan dialog antaragama dengan tema ko-eksistensi dan solidaritas diadakan oleh perwakilan agama di St. Petrus Claver Seminary, Makassar, Indonesia. Acara dimaksud untuk tujuan harmonisasi agama dan dedikasi untuk perdamaian, para pemimpin dari Islam, Budha, Katolik, Protestan dan Konghucu berpartisipasi dalam acara ini di Kantor Perdamaian Dunia Alliance Agama ‘(WARP Office), (27/10).

“Karena mahasiswa adalah generasi masa depan, maka sangat penting bagi siswa St. Petrus Claver Seminary berpartisipasi dalam diskusi ini sebagai peserta. Dan saya tertarik pada topik yang berkaitan dengan cara-cara praktis untuk mencapai perdamaian “, kata Dr. Nurman Tahrim, Dosen agama Islam UIN Makassar.

Mengingat fakta bahwa masyarakat internasional berusaha untuk menemukan pembangunan manusia dalam menghadapi tantangan perang dan konflik, dialog antar agama di Kantor WARP menyoroti pendekatan kongkrit dan praktis untuk pengembangan perdamaian melalui peran agama yang positif dengan nilai perdamaian sebagai prinsip universal.

Diselenggarakan World Peace, Restorasi of Light (HWPL), sebuah LSM internasional di bawah Departemen PBB bidang Informasi Publik, WARP membahas semangat perdamaian bagi umat manusia yang ditulis dalam kitab suci agama untuk melangkah maju ke jalan perdamaian dunia. Saat ini, 131 kantor WARP di 92 negara telah didirikan di seluruh dunia untuk menemukan solusi perdamaian melalui dialog antar agama berdasarkan kitab suci sebagai kumpulan pengetahuan keimanan manusia.

Hukum perdamaian internasional, kerukunan beragama, partisipasi sipil, pemberdayaan perempuan dan pemuda, pendidikan berdasarkan perdamaian adalah inisiatif inti dari perdamaian yang ditawarkan oleh HWPL. Dengan dukungan global masyarakat sipil, pemerintah dan organisasi internasional, HWPL menekankan peran individu membangun perdamaian di masyarakat dengan semangat perdamaian. Kampanye damai secara legasi menjadi dukungan perdamaian dengan membubuhkan tanda tangan mereka yang akan diperlihatkan kepada lembaga global untuk kerjasama internasional untuk membangun perdamaian sebagai aturan dan norma norma global. Gerakan kampanye tanda tangan berlanjut di Medan, Indonesia pada “Festival Merah Putih” tanggal 28 Oktober.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita