by

Peduli Palestina, FLP Cabang Gowa Galang Donasi Melalui Seminar Kepenulisan

 

RADARINDONESIANEWS.COM, SULSEL —– Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Gowa menggelar kegiatan seminar dan open donasi Palestina dengan tema “Palestina Bagaimana Bisa Kami Melupakanmu” pada Ahad, 30/05/2021secara online/zoom.

Seminar tersebut menghadirkan tiga pemateri; Andhika Mappasomba Daeng Mammangka, Founder Rumah Forum Literasi Sulsel, Relawan Sosial, dan Penulis. Pemateri kedua, Nurkhalisah, seorang penulis Buku “Sang Murabithah” dan Relawan Palestina-Kekasih Al-Aqsha Forum. Sedangkan Pemateri terakhir Abd. Rifai, Analis Geopolitik Sekolah Peradaban & Volunter BWA Cabang Makassar.

Dalam kesempatan seminar itu,  Andhika Mappasomba menegaskan bahwa konflik Palestina dan Israel bukan karena faktor keagamaan tetapi faktor penguasaan geografis (wilayah).

“Perlu kita pahami bahwa konflik antara dua negara tersebut, Palestina dan Israel itu bukan karena aliran keagamaan tetapi soal wilayah palestina yang kaya akan alamnya.” tegasnya saat memaparkan materi sesi seminar berlangsung, Ahad (30/5/2021).

Berbeda dengan narasumber kedua, seorang penulis buku “Sang Murabithah”, Nurkhalisah ia menjelaskan sebaliknya bahwa konflik Palestina-Israel bukan hanya soal wilayah kekuasaan tetapi juga ada faktor keagamaan di dalamnya. Ia pun mengutip isi Alquran surah Al-Isra ayat 1.

“Yaa, saya kira konflik kedua negara itu bukan hanya karena perebutan wilayah (geografis) tetapi ada faktor keagamaan, seperti tafsir dalam Quran surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi … ” tegas penulis buku Sang Murabithah sesi pemaparan materi, Ahad (30/5/2021).

Menurut Abdul Rifai, konflik dua negara tersebut dapat dilihat dari tiga sudut pandang.

“Kami melihat fenomena tersebut, ada tiga hal. Pertama sudut pandang histori (sejarah), keagamaan dan pemerintahan.” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah Indonesia perlu mengerahkan tentara andalnya untuk turut andil menangani konflik kedua negara tersebut. Kerahan pasukan tentara oleh Indonesia sebagai wujud bela Palestina atas konfliknya dengan zionis Israel.

Andhika Mappasomba menanggapi pertanyaan peserta sekaligus memberi closing statment bahwa untuk membela Palestina ada banyak jalan.

“Pada dasarnya, ada banyak jalan (untuk) membela Palestina, termasuk melalui tulisan sastra yang kita buat, maka dari itu disebutkan bahwa menulis juga merupakan bentuk perlawanan.” tegasnya di akhir seminar.

Menutup acara rangkaian seminar itu, Abdullah mengutip bunyi alinea pertama UUD 1945,

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.” terangnya di sesi penutupan.

Tujuan digelarnya seminar FLP Cabang Gowa yang disupport oleh beberapa media online sebagai media partner ini adalah menanamkan kesadaran bahwa apa yang dibutuhkan bangsa Palestina bukan kecaman belaka tetapi donasi.

“Karena kami ingin menjembatangi masyarakat, utamanya warga Gowa agar peka soal Palestina. Karena yang dibutuhkan Palestina bukan hanya kecaman, doa tapi juga dukungan kita dengan berdonasi meringankan beban saudara kita.” Pungkas Ika Rini Puspita selaku ketua FLP Cabang Gowa Sulsel.

Ika Rini Puspita ucapkan terima kasih kepada media partner antara lain pronesiata.id, lebootenews.com, ajar.co.id, karebaindonesia.id, terkini.id, radarIndonesianews.com, koranmakassar.com dan sabda.ta yang telah mensupport sebagai media partner dalam acara seminar ini.

Ika juga menghimbau, siapa saja yang ingin mendonasikan sedikit rezekinya dapat mengirimkan melalui nomor rekening BNI: 0417816039 a.n Ika Rini Puspita dan konfirmasi pengiriman donasi melalui nomor wa 081228108976.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 9 =

Rekomendasi Berita