by

Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Papua Segera Bangun Puskesmas Modio

Puskesmas Modio.[Musa Boma/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, PAPUA – Karena kurangnya pelayanan oleh puskesmas kepada masyarakat, Puskesmas Modio dibakar oleh warga setempat Juni 2018 pada pagi subuh hari pukul, 04, 00 ( WIB). 

“Puskesmas Modio dibakar oleh warga karena tidak ada pelayanan selama 6 Bulan terhadap warga Modio.” Ujar Rony Pakage, salah seorang tokoh muda Diyeugi Yohanes kepada radarindonesianews.com, Ahad (24/6/2018).
Saat itu, Rony menjelaskan, seorang ibu hamil berinisial (AT ) hendak melahirkan di Puskesmas dan di sana tidak ada petugas akhirnya ibu hamil tidak dizinkan keluarkan plasenta yang berakibat meninggalnya pasien.
“Seandainya petugas setempat ada, bisa selamat.” kata Rony Pakage.

Sala seorang petugas Puskesmas Modio, Mikaiel Kotouki, Amd, Kep, menyatakan bahwa Puskesmas Modio mendapat anggaran dana dari pemerintah untuk dana Operasional, BOK dana JKN. Dana tersebut sampai ke Nabire dan digunakan untuk apa dirinya pun tidak tahu.

“Tujuan pemerintah memberikan dana tersebut  tidak lain untuk mempersiapkan aset Pusksemas dan alat heating namun satu pun item tersebut belum disiapkan.” Tambahnya.
Kotouki mengakui bahwa dirinya satu kali pernah ketemu kepala Dinas berbicara soal kehausan Puskesmas Modio menggunakan Absensi tapi kepala Dinas kesehatan Dogiyai Kelardus Waine menolak. Setelah Puskesmas dibakar, Dinas kesehatan bersama sekertaris Dinas Kesehatan Dogiyai dan 6 orang Tentara Nasional Indonesia turun langsung ke Modio untuk melihat dan memastikan.
Kepala Dinas menyatakan bahwa gedung yang sudah dibakar itu akan dibangun kembali bekerja sama dengan pemerintah daerah. Sebagai bukti kepala dinas pun mengambil gambar Puskesmas yang sudah terbakar. Kepala Dinas berjanji kepada warga akan memberikan fasilitas mobil ambulan dan mengganti kepala Puskesmas dalam waktu dekat.

Di tempat yang sama masyarakat Modio meminta Dinas Kesehatan satu tenaga bidan untuk masyarakat di dua Distrik yakni Distrik Mapia Tengah dan Distrik Mapia Barat. Namun Dinas tidak ada jawaban terhadap permintaan masyarakat itu.[Musa Boma]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 1 =

Rekomendasi Berita