by

Pemusnahan 2,6 Ton Sabu Sitaan BNN-Polri Di Monas Dihadiri Wapres Jusuf Kalla

Foto/Nicholas/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kallla menghadiri acara pemusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2,6 ton yang digelar di silang Monas barat daya, Jakarta Pusat, Jumat (04/5). 

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di Monas katakan,”Pemusnahan barang bukti sabu di Monas akan dilakukan secara simbolis, 20 kilogram (sabu) dimusnahkan di incinerator,” katanya.

Sementara sisa sabu akan dimusnahkan di Garbage Plant, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.”Hari ini juga (dimusnahkan) di Garbage Plant,” katanya.

Di lokasi bersamaan, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan pemusnahan sabu tersebut berasal dari dua kasus dengan delapan tersangka. 

“Dua kasus tersebut terungkap berkat kerja sama BNN, Bareskrim Polri, TNI dan Bea Cukai,” kata Arman

Kasus ini terungkap bermula pada awal Oktober 2017, BNN menerima info melalui kerjasama internasional bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu jumlah besar ke wilayah Indonesia menggunakan kapal laut.

Kemudian BNN menugaskan agennya ke Thailand dan Myanmar untuk bekerjasama dengan petugas setempat menangkap, mencegat kapal dicurigai membawa sabu.

“Namun kapal yang diduga berisi narkoba tersebut tidak memasuki wilayah Indonesia melainkan langsung dari Laut Andaman menuju ke daerah Australia,” katanya.

Dengan fakta tersebut, sambung Arman pada awal desember 2017 BNN meneruskan info ke Australian Federal Police(AFP) bahwa ada kapal yang dicurigai berisi narkoba menuju Australia. 

Beberapa hari kemudian pada tanggal 21/12/17, pihak AFP menginfokan pihak otoritas Australia telah berhasil menyita 1,2 ton sabu, namun kapal pembawa tidak tertangkap, diperkiraan kapal yang lolos tersebut masih membawa narkoba kurang lebih 1,1 ton.

Atas  kerjasama TNI AL dan BNN tanggal 7/02/18 telah ditangkap sebuah kapal bernama Sun Rise Glory di Selat Philip, Batam yang berisi1,1 ton sabu dengan empat (4) orang ABK Kapal Sunrise Glory ini sudah dirubah namanya dari Shun De Man.

Kapal telah menurunkan narkoba seberat 1,2 ton di Australia, yang pengembangan kedua kasus tersebut di Taiwan oleh cost guard ditangkap kapal bernama Ji Shou membawa 831 kg sabu dengan 4 orang TSK salah satunya WNI, para tersangka juga adalah ABK kapal Sunrise Glory/Sun De Man sebelumnya kena tangkap di Batam. 

Sementara, pada kasus lain Direktorat IV Bareskrim juga menangkap kapal di perairan Anambas, Kepri yang membawa 1,6 ton sabu, dengan tersangka sebanyak empat orang.

Total Barang bukti yang disita 4,731 ton  sabhu. Dimana 2,6 ton diantaranya yang disita di Indonesia akan dimusnahkan secara transparan pada publik sesuai dengan amanah UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Selanjutnya, Kepala BNN, Heru Winarko SH katakan,”BNN mendapat amanah bersama instansi lainnya dalam upaya pencegahan tidak hanya pada orang dan instansi, namun dengan sistem yang lebih baik,” ucapnya.

Demikian halnya di lapas, lanjut Heru mengutarakan upaya kedepan bagaimana pencegahan bisa lebih optimal, terlebih dari masuknya barang haram itu.”Karena barang haram tersebut merupakan produksi dari Luar Negeri. Diharap bisa kerjasama dengan luar negeri dan aparat penegak hukum,” harapnya.

Terkait dengan pengungkapan sabu di perairan Batam, petugas berhasil mengamankan empat (4) orang ABK tersangka asal dari Taiwan. Sedangkan, pengungkapan kasus penyelundupan sabu di perairan pulau Anambas Kepri, petugas berhasil amankan empat (4) tersangka berkewarganegaraan Tiongkok, tukasnya.

Dengan pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 2.46 ton lebih, kemuka Heru Winarko menuturkan,”Kurang lebih bisa menyelamatkan 13 juta jiwa anak bangsa terhindar dari penyalahgunaan Narkoba,” tuturnya.

“Kemudian untuk menimbulkan efek jera bagi penyelundup Narkoba, vonis hukuman mati terhadap delapan (8) tersangka yang tertangkap,” tandasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − 1 =

Rekomendasi Berita