by

Peran Masjid Dalam Pengembangan Wisata Religi di Indonesia

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia Pusat (PP DMI) bersama Kementerian Pariwisata RI, akan menggelar Simposium Nasional Peran Masjid dalam Pengembangan Wisata Religi di Indonesia, pada 13-15 Desember 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.
Sebelumnya telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman, yang disaksikan Wakil Presiden RI, H.M. Jusuf Kalla, juga sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat. Wapres juga menyampaikan amanahnya sekaligus melakukan “kick off” dalam peluncuran Program Nasional Wisata Religi berbasis Masjid, Jakarta, 15 Juni 2017.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla, saat Peresmian Program menyampaikan bahwa di Indonesia masjid tidak hanya menjadi ikon agama, namun juga menjadi ikon budaya. Dari 850.000 lebih masjid, terdapat potensi besar bahwa masjid menjadi salah satu atraksi wisata karena keindahan arsitekturnya, sejarahnya dan bahkan nilai-nilai spiritualitasnya. Pengembangan masjid sebagai destinasi wisata akan membuat atraksi wisata yang lebih beragam. Program Pengembangan Destinasi Wisata Religi Berbasis Masjid juga untuk “Memakmurkan Masjid dan Dimakmurkan Masjid.
Lebih rinci, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, pertumbuhan populasi Muslim memberikan implikasi pada peningkatan kebutuhan produk pariwisata yang sesuai dengan ketentuan agama. tidak hanya dalam hal makanan, pakaian, dan keuangan, namun masyarakat Muslim dunia pun membutuhkan produk lifestyle yang halal (halal lifestyle), yakni hiburan dan wisata, termasuk di dalamnya pelayanan seperti akomodasi dan restoran.
Bahkan, menurut Menpar RI itu, Pasar wisatawan Muslim ini merupakan pasar yang besar, sangat potensial, dan namun belum semua pihak memahami apa sebenarnya wisata halal itu. Untuk itu, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dunia, 209 juta lebih atau sekitar 13,1% dari total populasi penduduk Muslim dunia, maka Program Wisata Halal merupakan pilihan paling tepat bagi Indonesia sebagai peluang dalam pengembangan pariwisata
Direktur Program DMI, Munawar Fuad Noeh, menerangkan bahwa Simposium Nasional dimaksudkan Untuk sosialisasi program, menselaraskan pemahaman, arah dan tujuan, serta “main goal”nya diantara para pelaku dan pemangku peran untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata umat bagi kemajuan perekonomian rakyat.
“Bersama Tim Percepatan Wisata Halal dan Deputi Kemenpar, kami mengundang para pakar, pelaku industri wisata, dan terutama dari Dewam Masjid Pusat dan Daerah untuk mendesain Road Map (Peta Jalan) dan Goal, tujuan dan manfaat yang akan dicapai bersama”, Munawar menerangkan.
Diantara Narasumber Simposium Nasional DMI dan Kemenpar RI akan hadir, Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai Keynote Speaker sekaligus membuka cara Simposium. Deputi Kemenpar, Tazbir Abdullah, SH, Lokot A Enda, MH, Riyanto Sofyan (Ketua Tim Percepatan Wisata Halal), Asnawi Bahar (Ketua Umum ASITA), Hanung Bramantyo (Budayawan), Syamsriyono Nugroho (Pakar Telekomunikasi), Lasmo Sudharno (Aplikasi Digital), Dr. Sapta Nirwandar, (Halal Life Style), Prof. Dr. Soekoso (Kepala BPJPH-Badan Pengelola Jaminan Prodik Halal).
“Peserta yang telah diundang sangat antusias untuk hadir. Panitia mengundang 100 Masjid dari semua perwakilan provinsi yang menjadi pilot Project Pengembangan Wisata Religi. Termasuk, para Kepala Dinas Pariwisata Daerah dan beberapa Kepala Daerah, akan hadir duduk bersama,” papar Munawar.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 12 =

Rekomendasi Berita