by

Pro-Kontra Kebijakan Anies-Sandi yang Menghentikan Unggah Video Rapat

Dok/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Video rapat berjudul ‘Arahan Gubernur & Wakil Gubernur pada Seluruh SKPD/UKPD’ yang diunggah 25 Oktober 2017 di Youtube menjadi video rapat bersama gubernur dan wakil gubernur terakhir yang diunggah Pemprov DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur, Sandiaga Uno kini tak lagi menampilkan video rapat di internet.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menilai berhentinya pengunggahan video sementara dilakukan untuk mencegah penggunaan video sebagai bahan provokasi antara pendukungnya dengan pendukung cagub-cawagub lawan, semasa Pilkada DKI lalu.

“Yang kita pantau dari kemarin bahwa rapim yang pertama kita unggah itu ternyata digunakan sebagai meme digunakan bukan hanya oleh yang tidak mendukung kami tapi juga yang mendukung kami membangga-banggakan gitu dan memprovokasi. Tujuannya apa?,” kata Sandi di Balai Kota, Senin (11/12).

Atas dasar alasan tersebut, kini video-video rapat pimpinan yang rutin diunggah pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihentikan. Padahal, semasa kepemimpinan Ahok, warga bisa melihat secara langsung dinamika rapat dan proses pengambilan keputusan.

Sandi pun mengaku kebijakan untuk menghentikan video yang diunggah tersebut akan memicu upaya membading-bandingkan dirinya dengan Ahok. Namun, ia yakin, kebijakannya yang ia lakukan tak akan mengganggu nilai-nilai transparansi.

“Pasti kita kan dibanding-bandingkan itu gak bisa terlepas bahwa kita akan tetap selalu dibanding-bandingkan apa sama sebelumnya jangankan dibanding-bandingkan sama pak Basuki, dibanding-bandingkan sama sebelumnya pasti, tapi yang penting prinsip transparansi dan akuntabilitas yaitu enggak berubah,” imbuh Sandi.

Jika melihat pada aturan yang berlaku, yakni Peraturan Gubernur No 159 Tahun 2016 tentang Penayangan Rapat Pimpinan dan Rapat Kedinasan Pengambilan Keputusan Terkait Pelaksanaan Kebijakan pada Media Berbagi Video, dijelaskan rapat pimpinan dan kedinasan harus diunggah, paling lama 3 hari setelah direkam. Kendati demikian, Sandi menampik dirinya telah melanggar aturan tersebut.

”Setahu kita sih enggak ada yang kita langgar ketentuan mengenai YouTube. Kalau ada juga udah pada berteriak pasti. Tapi tolong dilihat lagi. Tapi kalau ada, kasih masukan kepada kita, kita cek pergubnya. Nothing to hide (tidak ada yang disembunyikan),” kata Sandi.[Kum]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 6 =

Rekomendasi Berita