by

Ratu Rianti*: Hijrah, Menapaki Sejarah Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw

-Opini-36 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Tahun baru Islam tahun ini jatuh pada hari Kamis, tanggal 20 Agustus 2020. Seperti biasa umat Islam memperingati hari besar tersebut dengan mengadakan tablik Akbar, atau perayaan-perayaan sejenisnya. Ini terjadi setiap tahun, tanpa memahami esensi hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw dan para sahabat.

Rasulullah Saw diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT, setelah menerima Wahyu pertama di gua Hira, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5 yang artinya;

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,”

“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.”

“Yang mengajar (manusia) dengan pena.”
“Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq 96: Ayat 1-5)

Muhammad Saw. mendapat tugas untuk menyampaikan risalah dari Tuhannya, maka sejak itu beliau mulai berdakwah. Menyebarkan Islam kepada seluruh manusia, tentu ini bukanlah tugas yang ringan.

Terbukti hampir 13 tahun Muhammad Saw dan para sahabatnya menyampaikan Islam di Mekah, namun mendapatkan perlawanan yang sangat sengit dari kaum musyrikin Quraisy.

Para sahabat disiksa di luar batas kemanusiaan, sebut saja keluarga Yasir dan Bilal bin Rabah. Yasir dan Sumayyah hingga mereka syahid. Beruntung Bilal bin Rabah dibebaskan oleh Abu Bakar Ash-Sidiq dan selamat. Masih banyak sahabat-sahabat yang lain yang mendapat siksaan keji dari kafir Quraisy.

Rasulullah Saw pun mendapatkan perlakuan yang sama, beberapa kali beliau diperlakukan tidak manusiawi oleh Abu Jahal. Difitnah oleh mereka dan dianggap orang gila.

Namun Rasulullah Saw dan para sahabat tak gentar sedikitpun, tidak pula surut langkah dakwahnya. Justru hal ini membuat semangat dakwah mereka semakin berkobar, walau berbagai siksaan terus dilancarkan oleh kaum musyrikin.

Kaum musyrikin Quraisy terus mencari cara untuk memadamkan agama Allah SWT, mereka pun memboikot Kaum Muslimin selama tiga tahun. Hingga kelaparan melanda Nabi Saw dan sahabatnya. Hal inipun tidak menghalangi dakwah, Rasulullah Saw dan para sahabat tetap kokoh mempertahankan keimanan mereka.

Kemudian Rasulullah Saw. dan para sahabat hijrah ke Madinah.

Allah SWT berfirman yang artinya;

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 20)

Rasulullah Saw. memerintahkan Mush’ab bin Umair agar mempersiapkan masyarakat Madinah untuk mendukung dakwah beliau. Setelah masyarakat Madinah siap maka para sahabat hijrah ke sana.

Di Madinah Rasulullah sampai di daerah yang bernama Quba’ beberapa sahabat dan orang-orang Anshar yang telah masuk Islam menunggu kedatangan Rasulullah Saw. Setelah Rasulullah Saw tiba di Quba’ maka mereka berbondong-bondong menyambut kedatangan Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw tinggal di Quba’ di daerah Bani Amru bin Auf selama tiga hari. Di Quba’ Rasulullah Saw mendirikan masjid, yang kemudian dikenal dengan masjid Quba’.

Lalu Rasulullah Saw pergi ke Madinah, dan memerintahkan agar membangun masjid. Beliau turut dalam proses pembangunan masjidnya, bersama Kaum Muslimin yang lain. Selama masjid dibangun Rasulullah Saw tinggal di rumah Abu Ayub, hingga masjid selesai dibangun.

Jika kita cermati, ketika Rasulullah Saw sampai di Quba’ beliu membangun masjid begitu juga ketika tiba di Madinah. Kenapa beliau membangun masjid? Karena masjid tempat memohon rahmat, tempat mendidik jiwa agar senantiasa bertakwa agar senantiasa mentaati perintah-Nya. Masjid juga sebagai tempat bertemunya Kaum Muslimin, tempat belajar dan pusat kepemimpinan Rasulullah Saw.

Setelah pembangunan masjid selesai, masjid dijadikan sentra negara yang resmi, dan Rasulullah Saw memproklamirkan berdirinya Daulah Islam. Disinilah pemerintahan Islam pertama dimulai, dipimpin oleh Rasulullah Saw. Lelaki agung penerima wahyu dari Allah SWT.

Sejak saat itu Islam bersinar, Rasulullah Saw telah menciptakan masyarakat baru, mengaturnya dengan aturan-aturan Allah SWT. Membuang seluruh pemikiran jahiliyah, mengikat masyarakat dengan ikatan akidah Islam.

Rasulullah Saw menstabilkan ekonomi dengan mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin, memberikan tempat tinggal bagi kaum Muhajirin yang tidak memiliki tempat tinggal. Beliau sebagai kepala negara memenuhi segala kebutuhan rakyat dengan sistem Islam.

Hingga kemudian beliau wafat, para sahabat belum memakamkan jenazah Rasulullah Saw, sebelum mendapatkan Khalifah pengganti beliau. Kemudian terpilihlah Abu Bakar Ash-Sidiq sebagai Khalifah Islam pertama, lalu ketika para Khalifah wafat terus berganti dengan Khalifah berikutnya, cahaya Islam pun makin terang dan mampu menjadi negara adidaya selama hampir 14 abad lamanya.

Inilah makna hijrah yang sebenarnya, pindah dari sistem zulumat kepada sistem yang penuh cahaya,  yakni Islam yang Rahmatan lil alamin. Wallahu a’lam.[]

*Ibu Rumah Tangga, Penulis novel

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + twenty =

Rekomendasi Berita