by

Reaksi Walikota Dinanti Masyarakat Jasa Kontruksi

RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK-Sejumlah masyarakat jasa kontruksi yang tergabung dalam delapan asosiasi di Depok pertanyakan keseriusan Walikota Depok, Muhammad Idris menerima audensi untuk perkembangan dunia jasa kontruksi dan laju roda pembangunan yang lebih baik.

“Wajar kami mempertanyakan keseriusan pak Walikota yang masih belum mau berikan waktu untuk berdialog dengan kami sebagai mitra kerja pemerintah kota pada program pembangunan sarana insfastruktur kota,”, jelas Ketua I Asosiasi Gabpeksi Kota Depok, Novli Adri Siregar, Senin,(20/11).

Sebagai pembina jasa kontruksi, Walikota Depok bahkan dianggap tidak peka bahkan peduli terhadap perkembangan dunia usaha dibidang jasa kontruksi di Depok. “Sebagai pembina, Walikota miliki tanggung jawab perdayakan usaha kecil menengah,”, terangnya.

Anggapan minor itu mengemuka lantaran hampir dua bulan lamanya menanti surat permohonan pertama audensi tidak kunjung ada respon positif dari sang Walikota Depok.

“Kami merasa tidak dipedulikan oleh Walikota Depok yang juga sebagai pembina asosiasi. Sudah dua kali kami layangkan surat untuk bisa audensi, tapi sampai sekarang masih belum diterima.”, terang Novli.

Kesempatan lain, Sekertaris Askumindo Depok, Kartomo mengatakan cikal bakal audensi, selain soal pembinaan, indikasi persekongkolan jahat saat proses tender proyek yang digelar pihak Bagian Layanan Pengadaan (BLP) juga perlu jadi fokus kerja dan bahan evaluasi kerja Pemkot.

“Sistem pembinaan dan kinerja pihak BLP akan jadi fokus bahasan nanti,”, jelasnya.

Sejauh ini masih belum diketahui pasti penyebab belum diterimanya permohonan audensi dari masyarakat jasa kontruksi Depok oleh Walikota yang dilayangkan via surat sejak hampir dua bulan lalu.

Terkait hal itu, pihak jasa kontruksi juga berencana akan gelar press conference. “Rencana kami akan gelar press conference.”, kata Novli. (Ko,Yan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 8 =

Rekomendasi Berita