by

Ribuan Warga Indonesia Rayakan Idul Fitri Di Australia

Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tahun ini, warga Indonesia yang berlibur ke tempat unik dan terjangkau di Australia sangat fantastis dan pecahkan rekor. Hal ini diungkapkan Kedubes Australia dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi radarindonesianews.com, Rabu (28/6/2017).

Kedutaan Besar Australia di Jakarta telah menerbitkan jumlah visa pengunjung yang memecahkan rekor pada bulan Mei, menandakan lonjakan kunjungan masyarakat Indonesia ke Australia di masa liburan.
Lebih dari 18.000 pengajuan visa pengunjung dari Indonesia disetujui bulan lalu, dimana banyak yang memilih untuk merayakan Idul Fitri di Australia. Aplikasi visa pengunjung telah meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu, dengan 115.000 pengajuan dari Indonesia disetujui dalam 12 bulan terakhir.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan bahwa orang Indonesia berbelanja lebih banyak dan menginap lebih lama di Australia dibanding sepuluh tujuan wisata lainnya seperti Taiwan, Malaysia, Thailand, Hong Kong dan Singapura. 

“Kini banyak yang mengetahui bahwa mereka mendapatkan nilai keuntungan yang besar untuk uang yang dibelanjakan, dimana warga Indonesia yang menginap rata-rata sekitar 16 malam di Australia,” kata Duta Besar Grigson.

“Liburan Hari Raya Idul Fitri ini merupakan waktu yang ideal untuk menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga di Australia dengan menikmati santapan segar, budaya kopi yang terkenal, belanja dan gaya hidup luar ruangan yang hebat,” katanya.
Ada sekitar 80.000 warga Indonesia di Australia, banyak yang merupakan bagian dari Komunitas Muslim Australia yang berjumlah 600.000 anggota. Hampir 40 persen dari komunitas ini lahir di Australia. Sisa 60 persen berasal dari negara-negara di Asia, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.
Meski perayaan Hari Raya Idul Fitri di Australia serupa dengan tempat lain di dunia, yang menjadikannya istimewa adalah keragaman komunitas Muslim kami. Mereka membawa tradisi dan makanan mereka. Misalnya, di pasar malam Lakemba yang terkenal di Sydney Anda bisa mencoba santapan khas Ramadan dari negara lain, termasuk Turki, Lebanon, Sudan dan Indonesia.
Islam memiliki sejarah yang panjang dan membanggakan di Australia. Warga Muslim pertama yang menetap di Australia tiba pada pertengahan abad ke-19. Setidaknya ada 175 masjid di seluruh Australia, dengan jumlah tertinggi di negara bagian New South Wales.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − four =

Rekomendasi Berita