by

Rina Tresna Sari, S.Pdi: Mencegah Perilaku Seksual Menyimpang Pada Anak

 Rina Tresna Sari, S.Pdi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Akhir-akhir ini kita di kagetkan dengan mencuatnya kasus penyimpangan perilaku seksual pada anak,seperti dilansir Detiknews.com Garut- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut terus memantau perkembangan psikologis 19 bocah yang kecanduan seks menyimpang gegara sering nonton video porno. Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan pihaknya kini tengah memfokuskan proses penyembuhan anak-anak itu.(23/04/2019).
Fakta diatas adalah hanya salah satu kasus dari ratusan kasus perilaku seks menyimpang yang memapar generasi muda, yang seharusnya dipundak merekalah bangsa ini kelak di pimpin. 
Perilaku homoseksual sejatinya merupakan bentuk perilaku seksual yang bertentangan dengan fitrah manusia. Hubungan seksual dalam Islam tidak hanya sekedar untuk memuaskan hawa nafsu semata, tetapi memiliki tujuan pentung menyangkut kelangsungan kehidupan, yaitu melanjutkan keturunan. Dengan begitu hubungan seks sejenis(homoseksual/lesbianisme)jelas tidak dibenarkan karena tidak mungkin akan menghasilkan keturunan.Agar perilaku seksual menyimpang tidak berkembang, harus dilakukan pencegahan sedini mungkin. Islam sebagai aturan yang turun dari sang kholiq pencipta manusia, telah memberikan beberapa alternatif pencegahannya. 
Langkah pencegahannya 
1. Menjauhkan anak dari berbagai rangsangan
Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, dibekali oleh Allah naluri salah satunya naluri melestarikan jenis(gharizah an-naw’) yang manifestasinya bisa berupa dorongan seksual. Naluri akan muncul jika ada rangsangan-rangsangan dari luar. 
Dorongan seksual akan muncul misalnya setelah melihat atau membayangkan wanita cantik, membaca buku, nonton film dan sebagainya. Demikian juga dengan hasrat untuk melakukan penyimpangan seksual,akan muncul jika terdapat rangsangan-rangsangan yang mendorong untuk mencoba atau melakukannya. pemikiran liberal telah mendorong orang untuk mencoba melakukan penyimpangan seksual, berbada dengan islam sebagai agama yang sempurna,mengajarkan bagaimana manusia memenuhi nalurinya dengan seperangkat aturan yang sesuai dengan fitrah manusia,dan menjauhkan manusia dari segala hal yang bisa membangkitkan perasaan seksualnya. 
2.Menguatkan identitas diri 
Telah ditentukan oleh Allah,bahwa segala sesuatu diciptakan bepasang-pasangan,begitupun dengan fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan yang mendasar.perbedaan teesebut telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah.adanya perbadaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang kelak akan diperankanya. Memgingat berbedaan tersebut, Islam telah memberikan tuntunan agar masing-masing fitrah tetap terjaga.Islam menghendaki laki-laki memiliki kepribadian maskulin, sementara perempuan memiliki kepribadian feminim, Islam tidak menghendaki wanita menyerupai laki-laki,begitupun sebaliknya, pola asuh orang tua dan stimulasi yang di berikan memiliki peran yang besar dalam memperkuat identitas anak sebagai laki-laki atau perempian. Ibnu Abbas ra. berkata:
“Rasulullah saw, melaknat laki-laki yang berlagak waniya dan wanita yang berlagak meniru laki-laki(HR al-Bukhari) 
3. Membatasi pergaulan sejenis
Disamping telah memberikan aturan begaimana bergaul dengan lawan jenis, Islam juga memberikan aturan hubungan sejenis terkait masalah ini,Rasulullah Saw, bersabda:
Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, jangan pula perempuan melihat aurat perempuan, janganlah seorang laki-laki tidur dalam satu selimut, dan jangan pula perempuan tidur dengan perempuan dalam satu selimut(HR Muslim) 
Laki-laki yang melihat aurat laki-laki ataupun perempuan yang melihat aurat perempuan akan terangsang. Hal ini dapat menjadi pemicu penyimpangan seksual.apalagi kalau tidur dalam satu selimut. 
4.Negara menjalankan fungsinya
Saat ini banyak beredar VCD,film dan yang lainnya terkait dengan homoseksual/lesbianisme.Bahkan tayangan-tayangan di televisi juga sering menghadirkan sosok laki-laki yang menyerupai perempuan begitupun sebaliknya, didunia maya juga banyak berkeliaran promosi tentang itu. Dalam hal ini diperlukan kebijakan yang tegas dari pemerintah agar masyarakat terjaga, dan anak-anak tidak terdorong untuk mencoba-coba. 
Secara sistemik menghilangkan berbagai hal ditengah masyarakat yang dapat merangsang orang untuk melakukan homoseksual adalah tak lepas dari peran Negara, Negara memberikan penguatan akidah pada setiap warga nya, juga memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku yang melakukan pelanggaran dan ketidaktaatan ,sesuai yang telah ditetapkan Allah da Rasul-Nya.
Pertumbuhan masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting dalam hal organ fisik, psikologis, dan sosialisasi atau interaksinya dengan lingkungan sekitar. Karenanya pada masa ini diperlukan bimbingan dan pengarahan dari orang tua dengan bijaksana. Dalam hal ini Islam telah memberi pedomannya.Islam sebagai sistem ajaran yang lengkap telah memberikan tuntunan kepada para pemeluknya, termasuk masalah seksual. Setiap pelanggaran akan di beri sanksi yang tegas sesuai aturan Allah Swt dan Rasul-Nya. Wallahu a’lam bishowab.[]

Comment

Rekomendasi Berita