![]() |
| Rindyanti Septiana S.Hi |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Akhir-akhir ini ramai dibincangkan video Tretan Muslim dan Coki Pardede. Dalam videonya yang diunggah di YouTube, Muslim dan Coki dinilai menista agama. Dalam video unggahannya terlihat Tretan Muslim-Coki Pardede sedang memasak daging babi dicampur dengan kurma. (www. arrahmah.com, 20/10/18)
Di dalam Islam, bercanda boleh selama tidak berdusta, bahkan dalam acara kajian terkadang diselipkan candaan pada peserta kajian agar tidak bosan dan suasana jadi hidup.
Bahkan tertawa bukan hal yang dilarang dalam Islam, asal tidak terlalu banyak hingga jadi mematikan hati. Hanya kita harus mengetahui, di Amerika yang diklaim asalnya stand up comedy memang menjadi media kritik social, selain ditujukan untuk menghilangkan ketegangan.
Para komika itu lalu menjadikan gurauan mereka diambil dari edukasi sosial, tentang isu-isu yang mereka anggap salah. Di Amerika kita ketahui banyak yang tidak percaya Tuhan, atau tak percaya agama, maka sebagian besar komika pun begitu, jiwa seni mereka menolak dibatasi agama.
Tak jarang mereka jadikan agama sebagai bahan olok-olokan lalu ditertawakan bersama-sama, tentu Kristen dan gerejawan adalah menu utama mereka. Mereka menganggap agama adalah sumber masalah, yang menyebabkan manusia jadi tidak maju, pembodohan terhadap manusia dengan doktrin-doktrinnya.
Sebab bagi kebanyakan comedian, adalah absurd untuk percaya pada agama, bahkan bodoh. Mereka banyak mendewa-dewakan sains dan kemanusiaan.
Mereka dikenal dengan ‘Black Comedian”, bukan karena kulit mereka hitam, tapi materinya dianggap “hitam”, yaitu bicarakan yang tabu dan menghina agama. Hingga tak heran kita temukan kebanyakan stand up comedian di Indonesia memiliki paham yang sama, kiblatnya sama, hanya tak sebebas orang Amerika dalam mengekspresikannya.
Bercanda dalam Islam
Tidak bisa kita pungkiri, disaat-saat tertentu kita memang membutuhkan suasa rileks dan santai untuk mengendorkan urat syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek setelah bekerja. Maka dalam Islam bercanda tidak dilarang selama tidak berlebihan.
Rasulullah Saw pun bercanda, mengajak istri dan para sahabatnya bersenda gurau untuk mengambil hati serta membuat mereka gembira. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam beberapa hadist. Seperti dari ‘Aisyah ra.,”Aku belum pernah melihat Rasulullah Saw tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka tujuan bercanda atau membuat orang lain tuk tertawa tidaklah dibenarkan jika menjadikan agama sebagai bahan candaan. Bahkan Rasul telah menberikan peringatan bagi orang yang berdusta tuk membuat orang lain tertawa, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang lain tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR.Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).
Sungguh bagi mereka yang melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda dapat menjatuhkan mereka dalam kemunafikan dan kekufuran. []
Penulis adalah Pembina Forum Muslimah Cinta Islam, Medan












Comment