by

Ruang Hijau Sempit Di Ibukota Jakarta, Mari Rawat Bersama Dengan Hati

Foto/Nicholas/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Yori Antar, selaku arsitek perancang revitalisasi ruang terbuka hijau monumen Lapangan Banteng yang berlokasi di Jakarta Pusat mengatakan baginya sebagai perencana merasa lega kini dapat digunakan oleh masyarakat, demikian utaranya saat diwawancarai usai acara peresmian yang dilangsungkan, Rabu (25/7).
“Dalam hal ruang terbuka hijau sebenarnya tidak banyak di Ibukota Jakarta ini,” urainya.
Lanjutnya memberikan himbauan agar ke depan baik masyarakat dan yang mengelola harus bersama sama memakai hati.”Saling juga merawat dan mengingatkan, kita arsitek sudah. setelah membikin bangunan mestinya dimaintanace,” ungkap arsitek yang juga merupakan perancang koridor ruang publik di Gelora Bung Karno (GBK) itu.
Sambungnya, upaya merevitalisasi Lapangan Banteng ini agar era patung pembebasan Irian Barat bisa bagus kembali, kemudian harapannya di lapangan Banteng bisa dinikmati, khususnya buat masyarakat.
Terlebih, disini masuk (main) gratis, maka itulah mestinya membuka ruang ruang hijau di Jakarta lainnya untuk dikelola, ungkapnya, seraya mengatakan padahal di Jakarta ruang hijaunya sempit.
Kemudian, menurutnya merasa anehnya di Indonesia yang merupakan negeri tropis, masyarakat umumnya mencari kegiatan outdoor, khususnya publik space, malahan mencari di mall.
Maka itulah, kedepan harapnya supaya dalam hal perawatan ini, tentunya Pemda, namun bisa saja Pemda mengundang swasta untuk mengelola.
“Di mana bisa disewakan untuk FashionTV, untuk acara. baik juga untuk kawinan, wedding foto, bahkan bisa juga buat ASEAN Games,” paparnya seraya mengkritisi agar jangan sampai di ekspoitasi, seperti di Kalijodo.
Lalu kemudian nantinya mesti di rebranding, sedari kawasanannya rada gelap dibuat lebih terang, dan bisa buat ruang sosial.”Kita  hidup di dunia tropis, membutuhkan ruang sosial. Bila kita ingin terbuka dan Jakarta lebih aman,” Ungkapnya.
Semua akses dibuka, dan seluruh akses tertutup dibuka, kebetulan KLB nya Sinar Mas, dan McDOnald buat tempat olahraga.”Dahulu untuk TSP (Tim Sidang Pemugaran) telah mengikuti sebanyak 13 kali,” ungkapnya 
Pasalnya, konteksnya bukan hanya Jakarta namun NKRI, dimana pada jaman Soekarno, bersatunya Papua ke NKRI, mampu dan bisa merebut hati orang Papua, membebaskan dari kemiskinan dan lebih maju, tandasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + twelve =

Rekomendasi Berita